Connect with us

Islamik

Amalkan 2 Zikir Pembuka Pintu Rezeki Ini, Nescaya Rezeki Lancar dan Tidak Akan Putus!

Published

on

Anda mahu rezeki terus terbuka dan lancar? Amalkan 2 zikir pembuka rezeki ini. Berzikirlah ! Zikir itu adalah jalan pintas atau jalan termudah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena zikir tidak terbatas ruang dan waktu. Setiap saat kita bisa melakukannya. Bukan hanya setelah shalat fardhu bahkan saat menunggu maupun di sela-sela aktivitas kerja kita bisa berzikir.

Zikir itu intinya adalah mengingat Allah setiap saat. Bukan hanya komat-kamit membaca serangkaian kata-kata dalam bahasa Arab tapi hendaknya harus mengerti arti atau maknanya. Zikir yang terbaik adalah yang mengagungkan Allah seperti Asmaul Husna. Kita mengenal ada 99 nama yang dimiliki Allah yang intinya mengagungkan dan membesarkan namaNya.

Salah satu Asmaul Husna yang sering saya amalkan adalah Ya Fattah Ya Razzaq.

AL FATTAH

Arti dari Asmaul Husna ini adalah pembuka. Jika diamalkan secara rutin bisa membuka rezeki, membuka jodoh, membuka jalan usaha, membuka pikiran yang tertutup, membuka langit, membuka ampunan. Apa saja yang terasa tertutup dan kita ingin membukanya dengan izin Allah maka zikir mengulang-ulang nama Allah Ya Fattah bisa dilakukan.

Bagi yang belum punya jodoh, zikir ini berarti memohon agar dibukakan jodohnya, dipertemukan dengan orang tepat dan bisa membimbing dan dibimbingnya menuju jalan Allah.

Bagi yang belum punya anak, zikir ini berarti memohon agar diberi kesempatan memiliki buah hati dari rahim sendiri.

Bagi yang belum punya pekerjaan, zikir ini berarti memohon agar dibukakan jalan menuju pekerjaan impian atau di bukakan jalan untuk memulai usaha sendiri.

Bagi yang punya banyak dosa, zikir ini berarti memohon agar pintu ampunan Allah dibukakan untuknya.

Bagi yang punya banyak masalah, zikir ini berarti memohon dibukakan jalan keluar dan solusi dari semua masalah yang menimpa.

Bagi yang lagi sakit, zikir ini berarti memohon dibukakan jalan kesembuhan baginya.

AR RAZZAQ

Ya Razzaq adalah Maha Pemberi rezeki. Kita semua tahu bahwa Allah lah yang memberi rezeki. Jika diamalkan secara rutin maka rezeki insya Allah akan terus mengalir dan datang dari tempat yang tak disangka-sangka, dibebaskan dari masalah keuangan dan sebagainya.

Bagi orang yang rezekinya seret, susah, mandek, terhambat bisa mengamalkan zikir ini agar rezekinya lancar dan berkah.

Bagi yang memiliki anak, bisa membaca zikir ini agar anak yang dikandungnya atau dididiknya menjadi anak saleh, tidak bandel, bermanfaat dan bisa jadi tiket buat mengantar orangtuanya ke pintu surga

Bagi suami isteri yang mengarungi bahtera rumah tangga yang bermasalah, zikir ini bermanfaat untuk memohon rezeki rumah tangga yang sakinah dan menyatukan dua hati yang berjarak.

Bagi yang sedang usaha dan ingin usahanya terus membawa rezeki, amalan zikir bisa diamalkan.

Bagi yang ingin naik haji dan umroh segera bisa merutinkan bacaan zikir ini agar dimudahkan rezekinya menuju ke sana.

Bagi yang butuh biaya pendidikan, pengobatan, usaha dalam jumlah banyak bisa mengamalkan zikir ini agar dimudahkan memperoleh biaya tersebut.

CARA MENGAMALKAN YA FATTAH YA RAZZAQ

Banyak yang menyarankan agar membacanya sebanyak 111 kali setiap hari, 99 kali, 66 kali ataupun 33 kali. Bahkan kalau mampu bisa sampai 1000 kali atau 300 kali. Semakin banyak semakin baik.

Hendaknya diamalkan dimana saja dan kapan saja, tidak mesti harus selesai shalat fardhu saja.

Kalau saya pribadi membaca Ya Fattah Ya Razzaq setiap selesai shalat fardu 11 kali (disamping membaca tasbih, tahmid dan takbir). Saya juga membacanya setelah selesai shalat sunat dhuha dan shalat sunat tahajud. Setiap selesai dua rakaat shalat sunat tersebut sebelum melanjutkannya ke dua rakaat selanjutnya saya sempatkan membaca Ya Fattah Ya Razzaq sebanyak 11 kali. Baru kemudian saya lanjutkan dua rakaat berikutnya, selesai salam kembali membaca zikir tersebut sebanyak 11 kali. Begitu seterusnya. Karena sekarang Ramadhan saya juga mengamalkannya diantara shalat tarawih, agar puasa saya lebih berberkah dan dimudahkan.

Uztaz Yusuf Mansyur menyarankan membacanya minimal 12 kali, yaitu 5 kali setelah shalat fardu, 1 kali setelah dhuha, 1 kali setelah tahajud dan 5 kali diantara azan dan iqamat.

Disamping membacanya tetap berusaha seperti biasa, yang kerja tetap kerja yang dagang tetap dagang, jangan berhenti.

Yakin bahwa Allah akan mengabulkan hajat kita, membuka apa yang tertutup dan melancarkan apa yang tersendat termasuk rezeki kita.

Menyuburkan amalan-amalan pendorong doa, amal saleh dan sebisanya hindari maksiat.

Setiap saat bisa diamalkan kemudian dilanjutkan doa sesudahnya, memohonkan hajat kita. Bahkan saat nyetir pun bisa baca zikir tersebut ketimbang mendengarkan lantunan lagu-lagu dari CD atau turut pusing mendengarkan berita dari radio mobil.

PENGALAMAN SAYA SETELAH MENGAMALKAN ZIKIR YA FATTAH YA RAZZAQ

Saya akui bahwa saya orang yang tidak terlalu religius. Ilmu saya masih sedikit dan menjalankan agama sesuai dengan ilmu yang sedikit itu. Zikir ini memang saya amalkan setelah membaca tauziah Uztaz Yusuf Mansyur mengenai percepatan rezeki dengan zikir Asmaul Husna termasuk Ya Fattah Ya Razzaq.

Sebisa mungkin saya berusaha untuk tidak meninggalkan shalat sunat rezeki yaitu shalat dhuha sebanyak 6 rakaat setiap harinya. Saya usahakan untuk shalat tahajud meskipun cuma 2 rakaat (meski terus terang lebih banyak tidurnya hehehe..).

Setelah rutin mengamalkan dengan cara di atas tadi saya tidak pernah merasakan masalah keuangan yang berarti. Pekerjaan saya sebagai PNS golongan III di sebuah instansi pemerintah bergaji tetap setiap bulannya tapi Alhamdulillah saya hidup merasa tak pernah kekurangan. Setiap saya ingin membeli sesuatu uangnya pasti tersedia. Ada-ada saja jalannya, bisa lewat saya ataupun lewat suami yang juga pegawai negeri, Saya membuat fikiran saya fokus pada keberlimpahan dan kebersyukuran atas rezeki yang saya miliki dan menepis jauh-jauh perasaan kurang dan tidak punya.

Saya tidak pernah mengatakan tidak punya uang (pada diri saya) meskipun kenyataannya uang di kantong saya memang tidak ada dan tabungan saya menipis. Saya selalu berfikir bahwa saya punya cukup banyak untuk dibelanjakan dan disyukuri. Jika uang saya sedikit, sedikit juga yang saya belanjakan dan syukurnya yang diperbanyak. Jika uang saya berlebih, saya belanjakan sesuai kebutuhan disertai syukur karena bisa berbelanja lebih dari biasanya.

Saya juga berusaha semampunya berbuat baik pada kedua orang tua terutama ibu saya dan mertua. Karena kebetulan berbeda kota, setiap orang tua / mertua mengunjungi kami tak pernah lupa untuk memberi sangu (ongkos) sekedarnya sebelum mereka pulang, berapa kalipun mereka datang dalam sebulan. Saya sangat paham pentingnya berbakti pada orang tua. Kepada anak kecil seperti ponakan yang berumur SD bahkan sampai yang kuliah sekedar memberi uang jajan 10 ribu untuk yang kecil sampai 50 ribu untuk yang besar tak lupa saya lakukan. Saya senang melihat mereka tersenyum dapat uang jajan / uang celengan dari saya. Terbayang waktu saya kecil bagaimana senangnya saat ada paman / bibi yang datang dan memberi uang jajan pada saya.

Alhamdulillah sejak saya mulai mengamalkan hal-hal tersebut di atas mulai sekitar tahun 2011 sampai saya menulis tulisan ini di awal Juli 2015 belum pernah saya merasakan kesulitan yang berarti dalam rezeki saya. Padahal sebelumnya saya juga sering mengalami masalah, seperti rumah kemalingan beberapa kali, emas, uang, dan harta benda melayang digondol orang, kecelakaan meskipun tidak parah dan sering merasa kekurangan uang.

Saat ini meskipun kami tidak kaya berlimpah harta tapi yang peling penting kami selalu merasa cukup. Kami bisa makan, berpakaian, punya rumah yang layak dan bisa berbagi dengan orang lain itu lebih dari cukup. Saya menuliskan ini real dari pengalaman saya pribadi, insya Allah tidak ada perasaan riya atau ingin dipuji tapi semata-mata saya niatkan buat pembelajaran untuk kita semua. Bahwa rezeki Allah itu fenomena yang tidak dapat dikalkulasi dengan hitungan matematika karena sifatnya yang abstrak. Bukan wewenang kita untuk menentukan berapa banyak rezeki yang kita terima, tapi itu adalah wilayahnya Allah. Kita hanya meminta dan memantaskan diri untuk menerima.

Saya tutup tulisan ini dengan penekanan bahwa ibadah yang baik itu bukan yang jumlahnya banyak tapi yang rutin dilakukan biar jumlahnya sedikit. Demikain pula dengan zikir ini, bukan berapa kali hitungannya dalam sehari tapi kontinuitasnya. Biar cuma 1 kali sehari tapi jika rutin itu lebih baik dibanding 1000 kali tapi cuma sekali selama setahun. Semoga Allah merahmati kita semua. Wallahu alam.

Sumber: islam itu indah

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Islamik

12 Tahun Mak Meninggal, Jenazah Mak Masih Elok dan Cukup Sifat

Published

on

12 Tahun Mak Meninggal, Jenazah Mak Masih Elok dan Cukup Sifat

Sesungguhnya m4ti itu pasti dan setiap yang bernyawa pasti merasai m4ti. Namun, bagaimanakah kem4tian kita? Tiada siapa yang tahu. Semuanya bergantung kepada amalan kita di dunia ini sebagai hamba yang Maha Kuasa.

Seorang wanita yang dikenali sebagai Amina Jasmine telah berkongsi sebuah kisah mengenai ibunya yang sarat dengan pengajaran untuk dijadikan pedoman hidup. Kisah mengenai jasad ibunya yang masih terpelihara dan tidak berbau walaupun sudah dikebumikan 12 tahun lalu. Jom kita ikuti perkongsiannya dibawah.

Alhamdulillah selesai pemindahan kubur mak.

12 tahun mak pergi mengadap Illahi. Jenazah mak elok, masih dlm keadaan kiam. Kain kafan mak tak koyak, bantal dan tali masih ada. Susuk badan mak jelas dipandangan mata kami yang menyaksikan tadi. Cukup sifat dan tak berbau. Allahuakhbar, Maha Suci Allah.

Dia wanita yang lembut. Tak suka mengata org lain, tak suka menc3rca orang lain. Mak sangat mudah mengalirkan air mata. Hatinya bak tisu mudah terkoyak. Setiap c3rca orang mak balas dengan senyuman dan air mata. Dengan suami mak bersabar.

Dan siapa sangka dalam kepadatan Tanah Perkuburan Bukit Alip, mak dapat dikebumikan sebelah ku bur arwah ayah. Maha Suci Allah.

Setelah 12 tahun mak pergi, Allah beri aku ‘sesuatu’, tentang hidup ni, hati ini dan keinsafan ini. Cari redha Allah.

Tali kain kafan mak setelah 12 tahun. Masih elok tak reput berada disisi m4yat.

Mayat Tidak Hancur Tanda Allah Redha?

Tidak kurang kisah penyebaran peristiwa ajaib seperti mayat seseorang yang telah meninggal dunia dikalangan masyarakat kita. Kisahnya bermacam versi, kebanyakkan adalah kisah setelah lama kematian seseorang itu lalu kuburnya digali semula didapati mayatnya tidak reput dan tidak hancur malah seakan-akan baru sahaja ditanam. Fenomena ini dikenali sebagai incorruptible body. Lalu hasil dari kejadian sebegitu, ramai orang menyandarkan peristiwa itu adalah petanda Allah menjaga jasad tersebut. Lalu mereka akan mengaitkan bahawa individu ini dahulunya adalah seorang huffaz yang menghafal al Quran, orang soleh, atau orang yang baik-baik dan sebagainya.

Peristiwa mayat tidak reput ini tidak dinafikan sememangnya berlaku. Malah di dalam sebuah hadis nabi Muhammad SAW menyebut:

اَفْضَلُ اَيَّامِكُمُ الْجُمْعَةُ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَ فِيْهِ قُبِضَ وَ فِيْهِ النَّفْخَةُ وَ فِيْهِ الصَّعْقَةُ فَاكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاَةِ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالُوا وَ كَيْفَ تُعْرَضُ صَلاَتُناَ عَلَيْكَ وَ قَدْ اَرمَتَّ يَقُولُونَ بَلِيْتَ فَقَالَ اِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ اَنْ تَأْكُلَ اَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

“Hari yang paling utama adalah hari Jumaat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia meninggal, pada hari itu sangkakala ditiup dan pada hari itu terjadi kiamat, maka perbanyaklah kalian berselawat kepadaku di hari itu, kerana selawat kalian akan diperlihatkan kepadaku”). Para sahabat bertanya, “Bagaimana selawat kami diperlihatkan kepadamu padahal kamu telah menjadi debu?” Baginda menjawab, “Sesungguhnya Allah ta’ala telah mengharamkan bumi dari memakan jasad para Nabi.”

Hadis di atas diriwayatkan oleh Said bin Manshur, Ibnu Abu Syaibah, Ahmad dalam Musnad-nya, Ibnu ‘Ashim dalam bab berselawat, Abu Daud, al-Nasa’i dan Ibnu Maajah dalam kitab sunan mereka, al-Thabrani dalam kitab Mu’jam-nya, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan al-Hakim dalam kitab Shahih mereka, dan al-Baihaqi dalam Hayat al-Anbiya’ dan Syu’ab al-Iman dan karangannya yang lain.

Perlu diketahui hadis, “Sesungguhnya Allah ta’ala telah mengharamkan bumi dari memakan jasad para Nabi.”, telah datang dari jalan yang banyak yang dikumpulkan oleh al-Hafiz al-Mundziri dalam bahagian khusus dan dia berkata dalam al-Targhib wal Tarhib, “Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Maajah dengan sanad yang jayyid (sangat bagus) dan diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya dan al-Hakim, dan dia juga menshahihkan hadits tersebut.”

Dalil hadis hanya mengkhususkan bahawa jasad para nabi sahaja dijaga dan tidak dimakan oleh tanah. Sememangnya jasad para nabi akan dijaga berdasarkan hadis ini, dan hadis ini tidaklah mengkhususkan bahawa kesemua jasad yang tidak dimakan tanah itu kesemuanya adalah jasad para nabi kerana terdapat juga jasad-jasad yang lain turut tidak dimakan oleh tanah. Ini kerana dalam konteks hadis ini tidak juga memberi isyarat bahawa perkara itu tidak berlaku kepada orang lain. Malah ia juga berlaku kepada orang yang Allah murkai.
Malah fenomena ini juga berlaku kepada mana-mana manusia di dunia ini. Jika dilihat di negara-negara lain juga terdapat kejadian seperti ini. Tetapi untuk menyandarkan peristiwa ini semata-mata sebagai penanda aras mayat itu diredhai oleh Allah adalah suatu yang perlu berhati-hati.

Sedangkan hal tersebut juga terjadi kepada orang jahat yang dilaknat oleh Allah sepertimana Firaun, firman Allah yang bermaksud:

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (Yunus: 92)

Jika ingin dikatakan jasad yang ditanam tidak reput dan rosak dimamah tanah itu adalah petanda aras adalah kebenaran kepada agama, maka bagaimana pula dengan jasad firaun juga yang dipelihara oleh Allah sehingga kekal pada hari ini? Begitu juga dengan peninggalan mayat-mayat di Pompeii yang diselaputi dengan letusan gunung berapi yang masih tersisa sehingga hari ini, adakah peninggalan itu menjadi tanda aras Allah meredhai mereka?

Begitu juga hal ini menjadi modal yang dijaja oleh penganut Kristian di Barat terutama denominasi Katolik. Mereka memiliki banyak koleksi mayat dari kalangan paderi (saint) yang tidak reput malah diletakkan di dalam bekas kaca untuk ditonjolkan kepada orang ramai bahawa paderi itu merupakan orang baik dan mayatnya itu dirahmati oleh Tuhan. Antaranya adalah St. Luigi Orione, St. John Neumann, St. Pio da Pietrelcina, St. Bernadette Soubirous dan banyak lagi.

Malah terdapat ramai tokoh agama yang saling mengejar peristiwa seperti ini untuk dijadikan sebagai penanda aras bagi kebenaran dan keredhaan Tuhan berpihak kepada mereka.

Kita tidak menafikan kuasa Allah dalam menguruskan alam ini. Apa yang mahu dibawa dalam perbicangan ini adalah perlunya mengubah cara berfikir dengan menyandarkan sesuatu perkara itu dengan aras ‘kebenaran’ dan ‘keredhaan’ Allah. Sedangkan kejadian Allah menjaga mayat seseorang dengan petanda Allah meredhainya itu tidak disebut khusus di dalam nas kecuali mengenai jasad para nabi sahaja.

Akan tetapi, masyarakat kita menyebar peristiwa itu seakan agama yang bercakap soal ukuran aqidah keimanan itu. Oleh itu membina pemikiran yang bebas dari sangkaan dan sikap rasa-rasa dalam beragama bukanlah sesuatu yang mudah untuk melawan arus masyarakat yang sedia terjinak dengan perkara-perkara ajaib ini. Terutama untuk membezakan diantara perkara itu berlaku bukan sebagai petanda aras kebenaran semata-mata. Perkara ini perlu diperhalusi dan jangan dirangkul pukal sekali bahawa ia adalah dalil semata-mata untuk kita.
Oleh itu untuk kembali berdiri dengan aqidah yang dibawa oleh al Quran dan Hadis adalah penting untuk membina pemikiran yang berhati-hati terhadap perkara yang melibatkan dengan sentimen keimanan.

Sumber : Amina Jasmine

Continue Reading

Islamik

Rezeki Datang Mencurah-Curah Bila Kita Amalkan Menyuap Isteri & Anak Makan

Published

on

Rezeki Datang Mencurah-Curah Bila Kita Amalkan Menyuap Isteri & Anak Makan

Semasa pergi ke hospital semalam, datang seorang lelaki yang baik mengajak saya duduk berbual kerana dia ada masalah. Dia bercerita yang kehidupan keluarganya sangat sempit dan tidak tenteram. Asyik bergaduh saja dan rasa sakit jiwa.

“Saya dah usaha macam-macam cara dah. Tak tahu nak buat macam mana dah,” katanya.

“Abang makan, ada suapkan makanan dalam mulut isteri tak?” saya tanya.

“Tak pernah ustaz,” jawabnya.

“Abang pernah menyuap makanan ke dalam mulut anak-anak tak?” soalan saya kemudian dijawab dengan jawapan yang sama.

“Orang dulu-dulu tak adalah kaya sangat tetapi kehidupan keluarga penuh dengan kasih sayang, rezeki pun cukup saja, rasa tenang dan berkat. Sebab janji Allah dengan menghargai keluarga, rezeki bertambah.

Sekarang? Dah banyak keluarga yang tak makan sekali apatah lagi suami menyuap isteri dan anak-anak. Ada yang masih makan bersama tetapi sambil makan, tangan sibuk melayan handphone, mata sibuk melayan tv. Ya Allah.

“Bila isteri makan dari tangan kita, terasa bahagia sangat. Bila kita menyuap isteri makanan kerana cinta, kerana Allah walaupun cuma beberapa suap, terasa nikmatnya. Buat pula tergigit jari sikit. Hehe! Sunnah berjemaah.
Juga makan satu bekas yang sama. Sekarang satu dulang rumah saya, kami makan berlima. Kadang-kadang anak pula berebut nak menyuap makanan ke mulut mak dan ayahnya sekali sekala.

“Cuba abang amalkan menyuap isteri dan anak-anak. Orang yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi. Kasihilah keluarga, lihatlah bagaimana rezeki datang mencurah-curah,” jelas saya padanya.

“Baiklah ustaz. Saya nampak itulah jalan yang saya tidak pernah fikir. Rezeki datang bila kita berkasih sayang dan menghargai keluarga,” katanya.

Bila isteri suapkan saya, terasa best sangat nikmat. Ya Allah, inilah nikmat dunia ini. Ya Allah, berilah kami terus dapat menikmatinya dan bersama dalam syurga.

Oleh: Ustaz Ebit Lew

Continue Reading

Islamik

6 Jenis Penat Yang Meletihkan Tapi Tinggi Pahalanya Di Sisi Allah. No 3 Yang Paling Besar Ganjarannya

Published

on

6 Jenis Penat Yang Meletihkan Tapi Tinggi Pahalanya Di Sisi Allah. No 3 Yang Paling Besar Ganjarannya

Ada orang penat kerana kerja seharian, ada yang penat belajar, bahkan ada yang penat kerana tengah sarat mengandung. Dan macam-macam lagi jenis kepenatan yang dirasai oleh kita. Lain orang pasti lain pengalamannya dan ujian yang perlu ditempuh.

Namun, jika apa yang anda lakukan itu adalah kerana diri sendiri, agama dan juga untuk Allah, pasti akan ada ganjaran yang Allah berikan. Sedarkah anda, setiap kepenatan dan peluh yang dilalui itu ada jenisnya yang disukai Allah? Ada diceritakan melalui beberapa dalil mengenai jenis kepenatan yang disukai Allah, antaranya;

1. Penat Dalam Mengajak Kepada Kebaikan

Dalam kita menegur atau berdakwah ke arah kebaikan, tidak semua orang suka kepadanya. Ada yang akan mengambil masa yang lama untuk menerimanya dan ada juga yang langsung tidak mengendahkan apa yang kita sampaikan.

Jangan berputus asa! Yang paling penting ialah kita sendiri yang perlu sentiasa sabar dan terus berdakwah ke arah kebaikan. Walau kita penat kerana apa yang dilakukan itu kadang-kadang sehingga boleh menimbulkan kecaman, namun percayalah setiap usaha yang dilakukan amatlah disukai Allah.

Mafhum: “Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta ia sendiri mengerjakan amal yang soleh.” (Surah Fussilat, 41:33)

2. Penat Dalam Beribadah

Hati manusia itu sentiasa berbolak-balik. Ada masa-masanya mungkin perasaan suka akan beribadat itu boleh diganti dengan perasaan yang lesu dan lemau. Apabila berada dalam situasi ini, salah satu sebabnya adalah kerana penat. Penat dalam beribadah ialah penat yang disukai Allah. Kerana kita telah meletakkan tenaga kita kepadaNya.

Jangan risau. Perasaan itu boleh sembuh jika kita tidak memaksa. Cuba untuk berehat dan cari balik motivasi untuk beribadah.

Mafhum: “Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan).” (Surah Al-Ankabut, 29:69)

3. Penat Mengandung, Melahirkan Dan Menyusukan

Wanita yang mengandung, melahirkan dan menyusu anaknya akan mengalami kepenatan dan kesakitan yang hanya dilalui oleh mereka. Betapa hebatnya wanita sehingga Allah memberi kekuatan kepada mereka sedemikian rupa.

Kepenatan yang dialaminya itu merupakan salah satu perkara yang disukai Allah kerana ia adalah pengorbanan yang luar biasa yang dilakukan untuk melahirkan khalifah di muka bumi. Hatta, ibu bapa yang penat membesar dan mendidik anak juga akan diberi ganjaran pahala yang tidak ternilai.

Mafhum: “Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusuinya), dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun.” (Surah Luqman, 31:14)

4. Penat Dalam Mencari Nafkah

Mencari nafkah dan rezeki itu adalah perkara yang dituntut bahkan ia adalah keperluan untuk meneruskan kelangsungan hidup. Sama ada yang bekerja dari awal pagi sehingga lewat malam atau yang bekerja secara shift, semuanya pasti ada kepenatan sendiri yang perlu dilalui.

Namun, percayalah jika ia adalah rezeki dan nafkah yang halal, maka ia adalah sesuatu yang disukai Allah.

Mafhum: “Kemudian, setelah selesai sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing) dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan), supaya kamu berjaya (di dunia dan di akhirat).” (Surah Al-Jumu’a, 62:10)

5. Penat Dalam Menuntut Ilmu

Apabila kita lihat cabaran-cabaran yang dilalui mahasiswa hari ini, ujiannya adalah pelbagai. Ditambah pula dengan episod COVID-19 yang perlu dilalui. Ada yang berjaga malam untuk menyiapkan tugasan, ada yang perlu menghabiskan wang untuk keperluan pelajaran dan sebagainya.

Itu semua adalah asam garam dalam belajar. Kepenatan ini, jika ia membuahkan hasil suatu hari kelak pastinya akan membuatkan anda mampu mengukir senyum lebar dan merasa berbaloi dengan kesusahan yang dialami itu.

Mafhum: “Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbaniyyin (yang hanya menyembah Allah dengan ilmu dan amal yang sempurna), kerana kamu sentiasa mengajarkan isi kitab Allah itu dan kerana kamu sentiasa mempelajarinya.” (Surah Ali-Imran, 3:79)

6. Penat Dalam Urusan Keluarga

Menggalas tanggungjawab sebagai ibu bapa mahupun kakak atau abang merupakan salah satu amanah yang perlu dijalankan dengan baik. Tidak semestinya tugas menjaga keluarga itu jatuh di atas bahu orang tua sahaja, namun juga kepada anak-anak.

Setiap keluarga itu pasti mempunyai ombak dan badai yang perlu diharungi. Bukan hari-harinya disinari pelangi. Justeru, walau penat menjengah, jangan pernah berputus asa dengan ujian itu.

Mafhum: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu (berhala).” (Surah At-Tahrim, 66:6)

Continue Reading

Trending