Connect with us

Islamik

Anda Ingin Kaya dan Dimurahkan Rezeki? Amalkan 10 Perkara Ini Selama 40 Hari, In Shaa Allah

Published

on

Yusuf Mansur mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin selama kita berusaha. Demikian juga keinginan menjadi orang kaya, banyak uang dan rezeki berlimpah, bukankah Muslim itu wajib kaya? Karena itu berikut ini diajarkan riyadhah atau amalan yang jika rutin dilaksanakan selama terus menerus, Insya Allah akan mendapatkan rezeki berlimpah. Untuk tahap pembelajaran dimulai selama 40 hari terlebih dahulu.

Diharapkan setelah 40 hari masih terus melaksanakan amalan tersebut bahkan lebih ditingkatkan intensitasnya. Seperti halnya Allah melatih kita melakukan ibadah di bulan Ramadhan selama 30 hari dengan harapan kita tetap bisa melanjutkan di hari-hari selanjutnya. Intinya sebenarnya merutinkan ibadah sehingga menjadi kebiasaan. Apa saja itu yang harus dilakukan selama 40 hari menuju kaya dan rezeki melimpah?

1. Rutinkan shalat berjamaah di masjid dan tepat waktu

Sedapat mungkin lakukan shalat fardhu di masjid berjamaah disertai dengan shalat sunat qabliyah dan ba’diyahnya. Qabliyah adalah shalat sunat sebelum shalat wajib yaitu 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Dhuhur, sebelum ashar, 2 rakaat sebelum magrib, sebelum Isya dan sebelum subuh.

Sementara Ba’diyah adalah shalat sunat sesudah shalat fardhu, yaitu 2 rakaat setelah dhuhur, setelah magrib dan setelah isya. Jangan lupa shalat tahiyatul masjid sebagai penghormatan kepada masjid. Jangan pernah menunda melakukan shalat. Begitu azan berbunyi segeralah ke masjid terdekat.

2. Rutinkan shalat tahajud 8 rakaat dan shalat witir 3 rakaat

Shalat tahajud adalah salah satu shalat sunat yang paling utama, dikerjakan pada sepertiga malam, minimal 2 rakaat, tapi Uztadz Yusuf Mansur menganjurkan 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Sepertiga malam itu juga adalah waktu mustajab (waktu terkabulnya doa).

3. Baca Surah Al Waqiah

Inilah surah yang bisa memperlancar rezeki ” Barangsiapa membaca Surah Al Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran selamanya (H.R.Ibn Sunni). Jangan lupa membaca surah ini sesudah shalat subuh atau sesudah shalat isya.

4. Rutinkan shalat dhuha

Shalat sunat dhuha adalah shalat sunat 2 rakaat yang dilaksanakan saat matahari beranjak naik sampai sebelum dhuhur. Rutinlah melaksanakan dhuha 6 rakaat, bagi yang kuat bisa sampai 12 rakaat itu lebih baik. (2 rakaat salam, begitu seterusnya).

5. Baca zikir sesudah shalat

Setelah shalat jangan langsung berdiri tapi bacalah zikir yang biasa anda baca ditambah dengan membaca asmaul husnah Ya Fattah ya Razaak 11 kali, dilanjutkan dengan membaca ayat kursi 1 kali dan Surah Al Ikhlas 3 kali. Rutinkan setiap selesai shalat. Khusus selesai shalat subuh dan ashar ditambah dengan membaca 4 ayat terakhir Surah Al Hasyr.

6. Rutin membaca zikir ini

Rutinkan membaca Laa hawla wala quwwata illaa billah sebanyak 300 kali, bisa juga 100 kali setiap hari dan bisa dibagi membacanya setelah shalat fardhu (100 / 5 = 20 kali di setiap selesai shalat fardhu).

7. Rutin mohon ampun

Bacalah istighfar sebanyak 100 kali setiap hari. Karena bisa saja setiap hari kita berbuat dosa yang kita sadari maupun tidak.

8. Rutin membaca zikir pagi dan petang

Jangan lupa setiap hari membaca subhanallahi wabihamdihii subhanallahil adzhiem 100 kali di waktu pagi dan 100 kali di waktu petang (sore hari). Boleh dilakukan habis shalat dhuha dan sorenya bisa setelah melakukan ibadah shalat ashar atau menjelang magrib

9. Rutin baca yasin

Rutinkan membaca surah ke 36 dari Al Quran ini, waktunya bebas, lakukan kapan saja dan baca sebanyak 1 kali setiap hari.

10. Tutup malam dengan shalat sunat 2 rakaat

Begitu kantuk menyerang jangan langsung tidur tapi lakukan shalat sunat 2 rakaat sebelum tidur, baca Surah Al Kafiruun di rakaat pertama dan Al Ikhlas di rakaat kedua. Setelah itu jangan lupa membaca Surah As Sajdah, Al Mulk atau Ar Rahman (pilih salah satu).

Lakukan 10 amalan ini rutin selama 40 hari. Usahakan jangan bolong. Bisa dibuat check list untuk membantu mengecek apakah salah satu amalan sudah dilaksanakan atau belum. Bagi wanita yang lagi haid bisa berhenti sejenak dan melanjutkan setelah suci. Niatkan dan mohonkan rezeki yang banyak dan bermanfaat untuk diri dan orang lain. Jika setelah 40 hari masih ingin dilanjutkan silakan. Jika sudah menjadi kebiasaan bisa menjadi ladang pahala buat kita. Wallahu alam.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Islamik

12 Tahun Mak Meninggal, Jenazah Mak Masih Elok dan Cukup Sifat

Published

on

12 Tahun Mak Meninggal, Jenazah Mak Masih Elok dan Cukup Sifat

Sesungguhnya m4ti itu pasti dan setiap yang bernyawa pasti merasai m4ti. Namun, bagaimanakah kem4tian kita? Tiada siapa yang tahu. Semuanya bergantung kepada amalan kita di dunia ini sebagai hamba yang Maha Kuasa.

Seorang wanita yang dikenali sebagai Amina Jasmine telah berkongsi sebuah kisah mengenai ibunya yang sarat dengan pengajaran untuk dijadikan pedoman hidup. Kisah mengenai jasad ibunya yang masih terpelihara dan tidak berbau walaupun sudah dikebumikan 12 tahun lalu. Jom kita ikuti perkongsiannya dibawah.

Alhamdulillah selesai pemindahan kubur mak.

12 tahun mak pergi mengadap Illahi. Jenazah mak elok, masih dlm keadaan kiam. Kain kafan mak tak koyak, bantal dan tali masih ada. Susuk badan mak jelas dipandangan mata kami yang menyaksikan tadi. Cukup sifat dan tak berbau. Allahuakhbar, Maha Suci Allah.

Dia wanita yang lembut. Tak suka mengata org lain, tak suka menc3rca orang lain. Mak sangat mudah mengalirkan air mata. Hatinya bak tisu mudah terkoyak. Setiap c3rca orang mak balas dengan senyuman dan air mata. Dengan suami mak bersabar.

Dan siapa sangka dalam kepadatan Tanah Perkuburan Bukit Alip, mak dapat dikebumikan sebelah ku bur arwah ayah. Maha Suci Allah.

Setelah 12 tahun mak pergi, Allah beri aku ‘sesuatu’, tentang hidup ni, hati ini dan keinsafan ini. Cari redha Allah.

Tali kain kafan mak setelah 12 tahun. Masih elok tak reput berada disisi m4yat.

Mayat Tidak Hancur Tanda Allah Redha?

Tidak kurang kisah penyebaran peristiwa ajaib seperti mayat seseorang yang telah meninggal dunia dikalangan masyarakat kita. Kisahnya bermacam versi, kebanyakkan adalah kisah setelah lama kematian seseorang itu lalu kuburnya digali semula didapati mayatnya tidak reput dan tidak hancur malah seakan-akan baru sahaja ditanam. Fenomena ini dikenali sebagai incorruptible body. Lalu hasil dari kejadian sebegitu, ramai orang menyandarkan peristiwa itu adalah petanda Allah menjaga jasad tersebut. Lalu mereka akan mengaitkan bahawa individu ini dahulunya adalah seorang huffaz yang menghafal al Quran, orang soleh, atau orang yang baik-baik dan sebagainya.

Peristiwa mayat tidak reput ini tidak dinafikan sememangnya berlaku. Malah di dalam sebuah hadis nabi Muhammad SAW menyebut:

اَفْضَلُ اَيَّامِكُمُ الْجُمْعَةُ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَ فِيْهِ قُبِضَ وَ فِيْهِ النَّفْخَةُ وَ فِيْهِ الصَّعْقَةُ فَاكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاَةِ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالُوا وَ كَيْفَ تُعْرَضُ صَلاَتُناَ عَلَيْكَ وَ قَدْ اَرمَتَّ يَقُولُونَ بَلِيْتَ فَقَالَ اِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ اَنْ تَأْكُلَ اَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

“Hari yang paling utama adalah hari Jumaat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia meninggal, pada hari itu sangkakala ditiup dan pada hari itu terjadi kiamat, maka perbanyaklah kalian berselawat kepadaku di hari itu, kerana selawat kalian akan diperlihatkan kepadaku”). Para sahabat bertanya, “Bagaimana selawat kami diperlihatkan kepadamu padahal kamu telah menjadi debu?” Baginda menjawab, “Sesungguhnya Allah ta’ala telah mengharamkan bumi dari memakan jasad para Nabi.”

Hadis di atas diriwayatkan oleh Said bin Manshur, Ibnu Abu Syaibah, Ahmad dalam Musnad-nya, Ibnu ‘Ashim dalam bab berselawat, Abu Daud, al-Nasa’i dan Ibnu Maajah dalam kitab sunan mereka, al-Thabrani dalam kitab Mu’jam-nya, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan al-Hakim dalam kitab Shahih mereka, dan al-Baihaqi dalam Hayat al-Anbiya’ dan Syu’ab al-Iman dan karangannya yang lain.

Perlu diketahui hadis, “Sesungguhnya Allah ta’ala telah mengharamkan bumi dari memakan jasad para Nabi.”, telah datang dari jalan yang banyak yang dikumpulkan oleh al-Hafiz al-Mundziri dalam bahagian khusus dan dia berkata dalam al-Targhib wal Tarhib, “Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Maajah dengan sanad yang jayyid (sangat bagus) dan diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya dan al-Hakim, dan dia juga menshahihkan hadits tersebut.”

Dalil hadis hanya mengkhususkan bahawa jasad para nabi sahaja dijaga dan tidak dimakan oleh tanah. Sememangnya jasad para nabi akan dijaga berdasarkan hadis ini, dan hadis ini tidaklah mengkhususkan bahawa kesemua jasad yang tidak dimakan tanah itu kesemuanya adalah jasad para nabi kerana terdapat juga jasad-jasad yang lain turut tidak dimakan oleh tanah. Ini kerana dalam konteks hadis ini tidak juga memberi isyarat bahawa perkara itu tidak berlaku kepada orang lain. Malah ia juga berlaku kepada orang yang Allah murkai.
Malah fenomena ini juga berlaku kepada mana-mana manusia di dunia ini. Jika dilihat di negara-negara lain juga terdapat kejadian seperti ini. Tetapi untuk menyandarkan peristiwa ini semata-mata sebagai penanda aras mayat itu diredhai oleh Allah adalah suatu yang perlu berhati-hati.

Sedangkan hal tersebut juga terjadi kepada orang jahat yang dilaknat oleh Allah sepertimana Firaun, firman Allah yang bermaksud:

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (Yunus: 92)

Jika ingin dikatakan jasad yang ditanam tidak reput dan rosak dimamah tanah itu adalah petanda aras adalah kebenaran kepada agama, maka bagaimana pula dengan jasad firaun juga yang dipelihara oleh Allah sehingga kekal pada hari ini? Begitu juga dengan peninggalan mayat-mayat di Pompeii yang diselaputi dengan letusan gunung berapi yang masih tersisa sehingga hari ini, adakah peninggalan itu menjadi tanda aras Allah meredhai mereka?

Begitu juga hal ini menjadi modal yang dijaja oleh penganut Kristian di Barat terutama denominasi Katolik. Mereka memiliki banyak koleksi mayat dari kalangan paderi (saint) yang tidak reput malah diletakkan di dalam bekas kaca untuk ditonjolkan kepada orang ramai bahawa paderi itu merupakan orang baik dan mayatnya itu dirahmati oleh Tuhan. Antaranya adalah St. Luigi Orione, St. John Neumann, St. Pio da Pietrelcina, St. Bernadette Soubirous dan banyak lagi.

Malah terdapat ramai tokoh agama yang saling mengejar peristiwa seperti ini untuk dijadikan sebagai penanda aras bagi kebenaran dan keredhaan Tuhan berpihak kepada mereka.

Kita tidak menafikan kuasa Allah dalam menguruskan alam ini. Apa yang mahu dibawa dalam perbicangan ini adalah perlunya mengubah cara berfikir dengan menyandarkan sesuatu perkara itu dengan aras ‘kebenaran’ dan ‘keredhaan’ Allah. Sedangkan kejadian Allah menjaga mayat seseorang dengan petanda Allah meredhainya itu tidak disebut khusus di dalam nas kecuali mengenai jasad para nabi sahaja.

Akan tetapi, masyarakat kita menyebar peristiwa itu seakan agama yang bercakap soal ukuran aqidah keimanan itu. Oleh itu membina pemikiran yang bebas dari sangkaan dan sikap rasa-rasa dalam beragama bukanlah sesuatu yang mudah untuk melawan arus masyarakat yang sedia terjinak dengan perkara-perkara ajaib ini. Terutama untuk membezakan diantara perkara itu berlaku bukan sebagai petanda aras kebenaran semata-mata. Perkara ini perlu diperhalusi dan jangan dirangkul pukal sekali bahawa ia adalah dalil semata-mata untuk kita.
Oleh itu untuk kembali berdiri dengan aqidah yang dibawa oleh al Quran dan Hadis adalah penting untuk membina pemikiran yang berhati-hati terhadap perkara yang melibatkan dengan sentimen keimanan.

Sumber : Amina Jasmine

Continue Reading

Islamik

Rezeki Datang Mencurah-Curah Bila Kita Amalkan Menyuap Isteri & Anak Makan

Published

on

Rezeki Datang Mencurah-Curah Bila Kita Amalkan Menyuap Isteri & Anak Makan

Semasa pergi ke hospital semalam, datang seorang lelaki yang baik mengajak saya duduk berbual kerana dia ada masalah. Dia bercerita yang kehidupan keluarganya sangat sempit dan tidak tenteram. Asyik bergaduh saja dan rasa sakit jiwa.

“Saya dah usaha macam-macam cara dah. Tak tahu nak buat macam mana dah,” katanya.

“Abang makan, ada suapkan makanan dalam mulut isteri tak?” saya tanya.

“Tak pernah ustaz,” jawabnya.

“Abang pernah menyuap makanan ke dalam mulut anak-anak tak?” soalan saya kemudian dijawab dengan jawapan yang sama.

“Orang dulu-dulu tak adalah kaya sangat tetapi kehidupan keluarga penuh dengan kasih sayang, rezeki pun cukup saja, rasa tenang dan berkat. Sebab janji Allah dengan menghargai keluarga, rezeki bertambah.

Sekarang? Dah banyak keluarga yang tak makan sekali apatah lagi suami menyuap isteri dan anak-anak. Ada yang masih makan bersama tetapi sambil makan, tangan sibuk melayan handphone, mata sibuk melayan tv. Ya Allah.

“Bila isteri makan dari tangan kita, terasa bahagia sangat. Bila kita menyuap isteri makanan kerana cinta, kerana Allah walaupun cuma beberapa suap, terasa nikmatnya. Buat pula tergigit jari sikit. Hehe! Sunnah berjemaah.
Juga makan satu bekas yang sama. Sekarang satu dulang rumah saya, kami makan berlima. Kadang-kadang anak pula berebut nak menyuap makanan ke mulut mak dan ayahnya sekali sekala.

“Cuba abang amalkan menyuap isteri dan anak-anak. Orang yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi. Kasihilah keluarga, lihatlah bagaimana rezeki datang mencurah-curah,” jelas saya padanya.

“Baiklah ustaz. Saya nampak itulah jalan yang saya tidak pernah fikir. Rezeki datang bila kita berkasih sayang dan menghargai keluarga,” katanya.

Bila isteri suapkan saya, terasa best sangat nikmat. Ya Allah, inilah nikmat dunia ini. Ya Allah, berilah kami terus dapat menikmatinya dan bersama dalam syurga.

Oleh: Ustaz Ebit Lew

Continue Reading

Islamik

6 Jenis Penat Yang Meletihkan Tapi Tinggi Pahalanya Di Sisi Allah. No 3 Yang Paling Besar Ganjarannya

Published

on

6 Jenis Penat Yang Meletihkan Tapi Tinggi Pahalanya Di Sisi Allah. No 3 Yang Paling Besar Ganjarannya

Ada orang penat kerana kerja seharian, ada yang penat belajar, bahkan ada yang penat kerana tengah sarat mengandung. Dan macam-macam lagi jenis kepenatan yang dirasai oleh kita. Lain orang pasti lain pengalamannya dan ujian yang perlu ditempuh.

Namun, jika apa yang anda lakukan itu adalah kerana diri sendiri, agama dan juga untuk Allah, pasti akan ada ganjaran yang Allah berikan. Sedarkah anda, setiap kepenatan dan peluh yang dilalui itu ada jenisnya yang disukai Allah? Ada diceritakan melalui beberapa dalil mengenai jenis kepenatan yang disukai Allah, antaranya;

1. Penat Dalam Mengajak Kepada Kebaikan

Dalam kita menegur atau berdakwah ke arah kebaikan, tidak semua orang suka kepadanya. Ada yang akan mengambil masa yang lama untuk menerimanya dan ada juga yang langsung tidak mengendahkan apa yang kita sampaikan.

Jangan berputus asa! Yang paling penting ialah kita sendiri yang perlu sentiasa sabar dan terus berdakwah ke arah kebaikan. Walau kita penat kerana apa yang dilakukan itu kadang-kadang sehingga boleh menimbulkan kecaman, namun percayalah setiap usaha yang dilakukan amatlah disukai Allah.

Mafhum: “Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta ia sendiri mengerjakan amal yang soleh.” (Surah Fussilat, 41:33)

2. Penat Dalam Beribadah

Hati manusia itu sentiasa berbolak-balik. Ada masa-masanya mungkin perasaan suka akan beribadat itu boleh diganti dengan perasaan yang lesu dan lemau. Apabila berada dalam situasi ini, salah satu sebabnya adalah kerana penat. Penat dalam beribadah ialah penat yang disukai Allah. Kerana kita telah meletakkan tenaga kita kepadaNya.

Jangan risau. Perasaan itu boleh sembuh jika kita tidak memaksa. Cuba untuk berehat dan cari balik motivasi untuk beribadah.

Mafhum: “Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan).” (Surah Al-Ankabut, 29:69)

3. Penat Mengandung, Melahirkan Dan Menyusukan

Wanita yang mengandung, melahirkan dan menyusu anaknya akan mengalami kepenatan dan kesakitan yang hanya dilalui oleh mereka. Betapa hebatnya wanita sehingga Allah memberi kekuatan kepada mereka sedemikian rupa.

Kepenatan yang dialaminya itu merupakan salah satu perkara yang disukai Allah kerana ia adalah pengorbanan yang luar biasa yang dilakukan untuk melahirkan khalifah di muka bumi. Hatta, ibu bapa yang penat membesar dan mendidik anak juga akan diberi ganjaran pahala yang tidak ternilai.

Mafhum: “Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusuinya), dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun.” (Surah Luqman, 31:14)

4. Penat Dalam Mencari Nafkah

Mencari nafkah dan rezeki itu adalah perkara yang dituntut bahkan ia adalah keperluan untuk meneruskan kelangsungan hidup. Sama ada yang bekerja dari awal pagi sehingga lewat malam atau yang bekerja secara shift, semuanya pasti ada kepenatan sendiri yang perlu dilalui.

Namun, percayalah jika ia adalah rezeki dan nafkah yang halal, maka ia adalah sesuatu yang disukai Allah.

Mafhum: “Kemudian, setelah selesai sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing) dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan), supaya kamu berjaya (di dunia dan di akhirat).” (Surah Al-Jumu’a, 62:10)

5. Penat Dalam Menuntut Ilmu

Apabila kita lihat cabaran-cabaran yang dilalui mahasiswa hari ini, ujiannya adalah pelbagai. Ditambah pula dengan episod COVID-19 yang perlu dilalui. Ada yang berjaga malam untuk menyiapkan tugasan, ada yang perlu menghabiskan wang untuk keperluan pelajaran dan sebagainya.

Itu semua adalah asam garam dalam belajar. Kepenatan ini, jika ia membuahkan hasil suatu hari kelak pastinya akan membuatkan anda mampu mengukir senyum lebar dan merasa berbaloi dengan kesusahan yang dialami itu.

Mafhum: “Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbaniyyin (yang hanya menyembah Allah dengan ilmu dan amal yang sempurna), kerana kamu sentiasa mengajarkan isi kitab Allah itu dan kerana kamu sentiasa mempelajarinya.” (Surah Ali-Imran, 3:79)

6. Penat Dalam Urusan Keluarga

Menggalas tanggungjawab sebagai ibu bapa mahupun kakak atau abang merupakan salah satu amanah yang perlu dijalankan dengan baik. Tidak semestinya tugas menjaga keluarga itu jatuh di atas bahu orang tua sahaja, namun juga kepada anak-anak.

Setiap keluarga itu pasti mempunyai ombak dan badai yang perlu diharungi. Bukan hari-harinya disinari pelangi. Justeru, walau penat menjengah, jangan pernah berputus asa dengan ujian itu.

Mafhum: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu (berhala).” (Surah At-Tahrim, 66:6)

Continue Reading

Trending