Connect with us

Islamik

Inilah 20 Dosa Yang Sering Dilakukan Oleh Isteri Terhadap Suami yang Membuatkan Isteri Dicampak Ke Dalam Neraka!

Published

on

Agama Islam sudah mengatur semuanya tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Firman-firman Allah dan hadits Rasulullah menjadi rujukan bagi umat Islam. Jangan melanggar apa yang sudah diatur dan sesuai syariat apalagi sampai membuat peraturan-peraturan sendiri.

Sekarang tidak sedikit dijumpai seorang istri yang membangkang kepada suaminya, berkelakuan tidak baik terhadap suaminya, bahkan ada sampai memaki suaminya. Padahal suaminya merupakan seseorang pria yang saleh, baik akhlaknya, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tidak salah perempuan lebih banyak menjadi penghuni neraka. Sabda Rasulullah SAW : “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“ (HR : Bukhari dan Muslim).

Berikut ini ulasan dosa istri terhadap suami yang menjerumuskan istri ke neraka :

1. Mengabaikan kuasa suami sebagai pemimpin rumah tangga

Rumah tangga dipimpin oleh suami dengan segala peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW. Sudah seharusnya istri menuruti semua bentuk peraturan atau perintah suami.

Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.

2. Menentang perintah suami

Didalam rumah tangga sudah kewajiban seorang istri untuk mematuhi suami dan taat kepada suami. Istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau suruhan asal masih dalam hal kebaikan.

Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits dapat disimpulkan istri harus taat kepada suaminya dengan mengharap ridha Allah SWT. Namun, kewajiban kepada Allah SWT tetap paling utama.

3. Menolak untuk bergaul dengan suami (hubungan suami istri)

Allah sudah mengatur manusia berpasangan dan untuk memperoleh keturunan, pasangan pria dan perempuan diikat dalam sebuah pernikahan yang sah sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian pasangan tersebut sudah halal dan saling melengkapi untuk mempunyai keturunan.

Didalam Islam seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergaul, berarti ia (istri) membuka pintu laknat dari Allah terhadap dirinya.

4. Tidak menemani suami tidur

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ranjang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.”

Jika seorang istri ingin tidur sendirian atau ingin menemani anak-anaknya yang masih kecil. Ia harus meminta izin suami terlebih dahulu.

5. Memaksa dan memberatkan beban suami dalam mencari nafkah

Kewajiban suami adalah mencari nafkah (rezeki) yang halal untuk memenuhi kecukupan rumah tangganya. Tugas suami hanyalah mencari dan Allah SWT sudah mengatur semuanya baik sedikit maupun lebih.

Sebagai istri jangan pernah sama sekali memaksa lebih dari suami. Terimalah pemberian suami selagi cukup untuk menghidupi. Itulah rezeki yang halal yang dibawa pulang kerumah oleh suami. Dan rezeki tersebut sungguh besar keberkahan dibandingkan rezeki tidak halal.

6. Tidak mau (tidak pernah) berhias didepan suami

Dalam Islam istri hanya diperbolehkan hanya berdandan, mempercantik diri atau berhias hanya kepada suaminya saja. Sehingga suami semakin cinta dan sayang kepada istri dengan mengharap ridha Allah SWT.

7. Menjerumuskan suami ke dalam hal-hal dilarang Allah SWT

Seorang istri yang menjerumuskan suami ke hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai syariat Islam, ini akan mengantarkan mereka berdua ke neraka.

Istri yang salehah tentunya selalu menjadi pendamping bagi suami yang baik. Bersama-sama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

8. Mengabaikan kepentingan suami demi kepentingan lain

Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. (HR.Bazaar dan Hakim; Hadits hasan)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan seorang Istri terlebih dahulu mementingkan suaminya dibandingkan Ibunya atau ayahnya. Istri harus meminta izin suaminya jika ingin memenuhi kepentingan orang tuanya.

Redha Allah , redha suami, Syurga istri mengalir dari suami.

9. Keluar dari rumah tanpa izin suami

Dalam Islam seorang istri menjadi pendamping suami, dimana sudah tugasnya mengurus rumah tangga. Jika istri ingin pergi keluar rumah untuk keperluan apapun itu harus dengan izin dari suami.

Bagaimana jika pergi tanpa izin ?

Jika pergi tanpa izin bererti istri sudah melanggar apa yang diajarkan oleh Islam. Dengan demikian dia durhaka kepada Suami. Dan ia berdosa.

10. Lari dari rumah suami tanpa suami tahu kemana

Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali.” (HR. Hakim, dari Ibnu ‘Umar)

11. Menerima tetamu laki-laki yang dibenci oleh suami

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu :

a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya.

b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

12. Tidak menolak jamahan (disentuh) oleh lelaki Lain

“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34).

Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan.

Hal tersebut sangat besar dosanya dan sudah durhaka kepada suami. Allah akan menurunkan azab jika berbuat demikian.

13. Tidak mahu merawat ketika suami jatuh sakit

Seperti penjelasan diatas, kepentingan seorang suami harus didahulukan. Jika istri menolak merawat suami ketika sakit dengan alasan apapun bahkan sekalipun orang tuanya sedang sakit juga, maka sudah kewajiban bagi istri merawat suaminya.

14. Puasa sunnah tanpa izin saat suami berada di rumah

Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas, berpuasa sunnahpun harus dengan seizing suaminya ketika suami berada di rumah.

15. Menceritakan tentang fizikal wanita lain kepada suami

Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah mengumbar sesuatu yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Sudah seharusnya menjaga rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

16. Menolak kedatangan suami bergilir kepadanya (suami yang memiliki lebih satu istri).

Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang.

Seorang suami yang memperistri lebih dari satu harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam. Salah satunya harus bersikap adil kepada satu sama lain.

17. Mentaati perintah orang lain di rumah suaminya

Seorang istri jangan pernah sama sekali mentaati perintah dari siapapun dirumah suaminya. Satu-satunya orang yang dituruti istri hanyalah suaminya semata.

18. Menyuruh suami menceraikan madunya

Tidak pantas bagi seorang istri yang sudah dimadu untuk menceraikan istri suami yang lainnya.

19. Meminta cerai tanpa alasan yang sah

Jangan menjadi istri yang mencari-cari alasan yang tidak jelas. Peneceraian suatu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

20. Mengambil harta suami tanpa izinnya

Jangan pernah sama sekali mengambil harta benda suami tanpa izin darinya walaupun hanya sedikit saja.

Sahabat renungan islam dimanapun sahabat berada, khususnya kepada perempuan (yang sudah memiliki suami). Taat dan patuhi perintah suamimu jika masih dalam batas-batas syariat Islam. Jangan pernah sampai suamimu menangis karena kelakuanmu, itu akan mendatangkan azab dari Allah. Minta maaflah kepada suamimu dan mohon ampunan kepada Allah SWT jika dirimu (istri) pernah bersalah walaupun hanya sedikit saja.

Jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan rumah tangga (permasalahan dengan suami) jangan jadikan media social untuk bercurhat, jangan cerita kepada orang lain. Minta petunjuk kepada Allah SWT. Jazakumullah.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Islamik

Subhanallah! Ini Misteri Hajarul Aswad Dan Rahsia Besar Mengucupnya.

Published

on

Subhanallah! Ini Misteri Hajarul Aswad Dan Rahsia Besar Mengucupnya.

Hajarul Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, iaitu sudut dari mana Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘Ruby’ yang diturunkan Allah dari syurga melalui malaikat Jibril.

Hajarul Aswad terdiri dari lapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu sudah licin kerana terus menerus di kecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan malah milion manusia sejak Nabi Ibrahim a.s, iaitu jamaah yang datang ke Baitullah, baik untuk haji mahu pun untuk tujuan Umrah.

Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahawa Rasul SAW bersabda: “Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajarul Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.

Hadis tersebut mengatakan bahawa disunatkan membaca doa ketika hendak istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada setiap putaran, sebagai mana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Artinya:

“Bahawa Nabi Muhammad SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajarul Aswad sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar”. Asal Usul Hajarul Aswad Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Ka’bah banyak kekurangan yang dialaminya.

Pada mulanya Ka’bah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail mahu membinanya dengan meninggikan bangunannya dan mengangkut batu dari berbagai gunung. setelah bangunan Ka’bah itu hampir selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasa kekurangan seketul batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.

Nabi Ibrahim berkata pada Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari seketul batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.” Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik.

Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?” Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).

” Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajarul Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Ka’bah disunnahkan mencium Hajarul Aswad.

Rahsia Besar Yang Tidak Pernah Kita Bayangkan Sebelumnya

1. Satu riwayat Sahih dinyatakan: “Hajarul Aswad dan Makam Ibrahim berasal dari batu-batu ruby syurga yang kalaulah tidak kerana sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara timur dan barat.

Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuh dari sakitnya” Hajarul Aswad dicium oleh berjuta-juta jemaah haji Duhulunya batu Hajarul Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Ka’bah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a’alam.

2. “‘Barangsiapa menunaikan ibadah haji, dan ia tak berbuat rafats dan fasik, maka ia kembali (suci dan bersih) seperti anak manusia yang baru lahir dari perut ibunya.” (Muttafaqun alaihi).

3. Mencium hajarul aswad pada masa menunaikan Haji Di Baitullah tidak dapat diwakilkan, Ia menjadi penyedut dosa tanpa kita sedari, alangkah beruntungnya orang yang boleh menyentuh, mengusap dan memegangnya. Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahawa Rasul SAW bersabda :

“Nikmatilah (peganglah) Hajarul Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari syurga dan setiap sesuatu yang keluar dari syurga akan kembali ke syurga sebelum kiamat”. Akhir kata, Kita semua tahu jika Hajarul Aswad hanyalah batu yang tidak memberikan mudarat atau manfaat, begitu juga dengan Ka’bah, ia hanyalah bangunan yang terbuat dari batu.

Ibadah haji yang dihadiri berjuta-juta umat Islam Akan tetapi apa yang kita lakukan dalam proses ibadah haji tersebut lebih baik kita niatkan sekadar mengikuti ajaran dan sunnah Nabi SAW.

Umar bin Khatab pun juga pernah mengatakan “Aku tahu bahawa kau hanyalah batu, kalaulah bukan kerana aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu” Jadi apa yang dikerjakan berjuta juta umat islam bukanlah menyembah Batu seperti yang banyak dituduhkan kaum yang kerdil sekali akalnya.

Kerana ada rahsia besar dibalik setiap perilaku Nabi Muhammad saw dan sebab tentu saja apa yang dilakukan oleh beliau pastilah berasal dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam firmanNya:

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemahuan hawa nafsunya.

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan” (QS. An-Najm : 53) Allaaahu Akbar, tiada tuhan lagi yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad Saw adalah utusan Allah.

Muhammad hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Mulai saat ini mari kita cuba berperilaku sebagaimana Nabi Muhammad, mencontohinya dalam segala tindak tanduk, makan, minum, berpakaian, hingga tidurnya. Sesungguhnya ada rahsia disebaliknya.

Continue Reading

Islamik

Ini Penjelasan Mufti Mengenai Hukum Tinggalkan 3 Kali Solat Jumaat Kerana Covid

Published

on

Ini Penjelasan Mufti Mengenai Hukum Tinggalkan 3 Kali Solat Jumaat Kerana Covid

Sejak penularan meluas COVID-19 di seluruh Malaysia, semua aktiviti yang melibatkan perhimpunan dibatalkan termasuklah aktiviti keagamaan.

Hasil perbincangan antara mufti-mufti dan pakar kesihatan, ahli agama mengambil keputusan untuk menghentikan solat Jumaat di semua masjid di seluruh negara.

Justeru, hal ini menimbulkan tanda tanya bagi sebahagian netizen yang keliru sama ada mereka termasuk dalam golongan diancam amaran jika meninggalkan solat Jumaat tiga kali berturut-turut ataupun terkecuali dari golongan tersebut.

Berikut merupakan soalan netizen dan jawapan Mufti Wilayah Persekutuan bagi isu ini.

Soalan :

Assalamu’alaikum ustaz, sekiranya ditakdirkan Perintah Kawalan Pergerakan yang turut melibatkan larangan menghadiri solat Jumaat dan solat berjemaah sekarang ini akan dipanjangkan tempohnya, adakah saya termasuk dalam amaran yang terdapat dalam hadis berkenaan mereka yang meninggalkan solat Jumaat tiga kali berturut-turut itu ? Mohon penjelasan.

Jawapan :

Wa’alaikumussalam w.b.t. Alhamdulillah segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah S.W.T. Selawat dan salam kami ucapakan ke atas junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W, para isteri dan keluarga baginda, para sahabat, seterusnya golongan yang mengikut jejak langkah baginda sehingga hari kiamat.

Menghadiri solat Jumaat merupakan salah satu tuntutan syarak kepada setiap lelaki beragama Islam yang mukallaf. Ini berdasarkan firman Allah S.W.T :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّـهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Maksudnya : Wahai orang-orang yang beriman apabila diserukan azan untuk mengerjakan sembahyang pada hari Jumaat, maka segeralah kamu pergi (ke masjid) untuk mengingati Allah (dengan mengerjakan sembahyang Jumaat) dan tinggalkanlah berjual-beli (pada saat itu), yang demikian adalah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui (hakikat yang sebenarnya).”

Surah Al-Jumu‘ah (9)

Maka dapat difahami bahawa menghadiri dan mendirikan kewajipan solat Jumaat merupakan ciri seorang mukmin yang mendahulukan tanggungjawab seorang hamba kepada Allah S.W.T mengatasi sebarang kepentingan duniawi seperti berjual beli pada masa tersebut.

Diberi keringanan dengan keuzuran

Meskipun begitu, tuntutan menghadiri solat Jumaat secara berjemaah ini diberikan keringanan kepada mereka yang mempunyai keuzuran yang diambil kira di sisi syarak untuk tidak menghadirinya. Ini berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas R.Anhuma beliau berkata bahawa Rasulullah S.A.W bersabda :

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلاَ صَلاَةَ لَهُ إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ

Maksudnya : Sesiapa yang mendengar seruan azan kemudian tidak mendatanginya (pergi ke masjid) maka tidak sempurna solatnya, melainkan disebabkan keuzuran.

Riwayat Ibn Majah (793)

Menurut hadis di atas, secara asasnya seseorang itu dituntut untuk menghadiri solat berjemaah sekiranya dia mendengar panggilan azan. Meskipun begitu, jika ada keuzuran tertentu maka dia diberi pengecualian untuk hadir menyahut seruan tersebut.

Maksud keuzuran

Manakala dalam sebuah riwayat yang lain, para sahabat bertanya kepada Rasulullah S.A.W apakah yang dimaksudkan dengan keuzuran ? Maka Rasulullah S.A.W. menjawab :

خَوْفٌ أَوْ مَرَضٌ

Maksudnya : Perasaan takut ataupun sakit.

Riwayat Abu Daud (551)

Maka jelas daripada hadis di atas bahawa perasaan takut atau sakit termasuk dalam kategori uzur yang membolehkan seseorang itu untuk tidak hadir ke masjid bagi solat berjamaah.

Kemudian para fuqaha memperincikan lagi akan tahap ketakutan yang membolehkan seseorang itu tidak menghadiri solat berjemaah dan juga solat Jumaat. Ini seperti yang disebutkan oleh Syeikh Ali al-Qaradaghi seperti berikut :

‘’Harus untuk meninggalkan solat Jumaat dan solat berjemaah dalam keadaan virus yang sedang tersebar disebabkan oleh perasaan takut dijangkiti virus tersebut.’’

Beliau juga menyebut bahawa keharusan tersebut perlulah disyaratkan dari sudut ketakutan penyebaran itu benar-benar yakin berlaku dan bukanlah pada sangkaan semata-mata. Rujuk https://bit.ly/2WvN367

Justeru, bertitik tolak dari nasihat dan pandangan pakar yang berautoriti berkenaan cepatnya Covid-19 ini merebak, maka dikeluarkan arahan supaya segala aktiviti solat berjemaah dan solat Jumaat di masjid dihentikan sementara waktu. Maka ketidakhadiran umat Islam ke masjid pada tempoh ini merupakan suatu keuzuran yang diambil kira di sisi syarak iaitu wujudnya perasaan takut akan jangkitan virus ini.

Hukum tinggalkan tiga kali berturut-turut

Berbalik kepada persoalan yang dikemukakan di atas, kami menyatakan bahawa memang benar terdapatnya ancaman terhadap mereka yang meninggalkan solat Jumaat sebanyak tiga kali secara berturut-turut di sisi syarak. Ini berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu al-Ja’d al-Dhamri (sebahagian menyatakan Al-Dhumairi) R.A beliau berkata bahawa Rasulullah S.A.W bersabda :

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Maksudnya : Sesiapa yang meninggalkan tiga kali solat jumaat kerana mengambil mudah akannya, nescaya Allah akan mengunci jantung hatinya.

Riwayat Abu Daud (1052)

Manakala dalam sebuah riwayat yang lain daripada Jabir bin Abdillah R.A beliau berkata bahawa Rasulullah S.A.W bersabda :

مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلاَثًا مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Maksudnya : Sesiapa yang meninggalkan solat Jumaat sebanyak tiga kali tanpa sebarang dharurat maka Allah akan mengunci mati jantung hatinya.

Riwayat Al-Nasa’ie (1370)

Kedua riwayat hadis di atas jelas menunjukkan kepada kita ancaman dan amaran yang terdapat di dalam hadis tersebut terikat dengan keadaan meninggalkan solat Jumaat kerana mengambil enteng, meremehkan ia, serta meninggalkan perlaksanaannya tanpa sebarang dharurat.

Syeikh Badruddin al-‘Aini dalam syarahan beliau terhadap hadis riwayat Abu Daud di atas berkata :

‘’Bab ini menjelaskan tentang kerasnya ancaman bagi perbuatan meninggalkan solat Jumaat tanpa sebarang keuzuran’’. Beliau menambah, perkataan تهاونا بها membawa masud : ‘’(Meninggalkannya) kerana malas serta culas dalam melakukannya’’. Rujuk Syarah Abi Daud, Badr al-Din al-‘Aini (4/371).

Manakala Mulla ‘Ali al-Qari ketika mengulas hadis tersebut menukilkan kata-kata Al-Thibi yang menyebut : ‘’(Iaitu meninggalkannya dengan tujuan menghina)’’. Kemudian dinukilkan pendapat ulama lain yang menyebut : ‘’Meninggalkannya kerana mengambil mudah’’. Rujuk Mirqaat al-Mafatih, Mulla ‘Ali al-Qari (3/1024).

Ancaman buat mereka yang tiada keuzuran

Maka jelas kepada kita bahawa ancaman yang dimaksudkan di dalam hadis di atas merupakan ke atas mereka yang meninggalkannya tanpa sebarang keuzuran yang dibenarkan di sisi syarak. Manakala mereka yang meninggalkan solat Jumaat disebabkan ada keuzuran, maka mereka tidak termasuk dalam ancaman tersebut. Sebaliknya, diberikan ganjaran sama seperti yang disebutkan oleh Rasulullah S.A.W :

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Maksudnya : Apabila seseorang hamba itu sakit atau bermusafir, akan ditulis buat dirinya ganjaran sama seperti yang diamalkannya semasa bermukim atau sihat.

Riwayat Al-Bukhari (2996)

Penjelasan panjang lebar berkenaan hal ini boleh dirujuk kepada Al-Kafi #1661: Ganjaran Solat Berjemaah Di Rumah Jika Meninggalkan Perlaksanaannya Di Masjid Disebabkan Keuzuran.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, setelah kami meneliti beberapa nas dan hujahan yang dikemukakan di atas, maka kami berpendapat sekiranya tempoh kawalan pergerakan ini mengambil masa yang lama sehingga membawa kepada terlepasnya perlaksanaan solat Jumaat sebanyak tiga kali, mengambil kira faktor takut merebaknya Covid-19 dengan lebih meluas, maka mereka yang meninggalkan solat Jumaat disebabkan keuzuran ini tidak termasuk di dalam ancaman yang terdapat di dalam hadis-hadis tersebut. Wallahu A’lam.

Akhir kalam, kami berdoa kepada Allah S.W.T agar memberikan kefahaman yang tepat kepada kita semua dalam beragama. Ameen.

Sumber: Mufti Wilayah Persekutuan

Continue Reading

Islamik

Inilah 12 Hikmah dan Kebaikan Polig4mi Dalam Islam

Published

on

Inilah 12 Hikmah dan Kebaikan Polig4mi Dalam Islam

Apabila membicarakan hukum berpolig4mi terdapat 3 hukum yang ditetapkan oleh Islam iaitu harus, tidak dibenarkan dan digalakkan (istihbaab)

Firman Allah S.W.T. :

{وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ}

Maksudnya : “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat”

(Surah an-Nisaa’ ayat 3).

Perintah Allah dalam ayat ini tidak menunjukkan wajibnya polig4mi, kerana perintah tersebut ada dijelaskan dengan ayat yang lain iaitu firman-Nya,

{فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا}

Maksudnya : “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (Surah an-Nisaa’ ayat 3).

Maka dengan adanya ayat ini, jelaslah bahwa ayat di atas meskipun berbentuk perintah, akan tetapi maknanya adalah larangan, iaitu larangan menikahi lebih dari satu wanita jika dikhawatirkan tidak dapat berbuat adil atau maknanya, “Janganlah kamu menikahi kecuali wanita yang kamu senangi”.

Ini seperti makna yang ditunjukkan dalam firman-Nya,

{وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ}

Maksudnya : “Dan katakanlah:’Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”

(Surah al-Kahfi:29).

Maka tentu saja makna ayat ini adalah larangan melakukan perbuatan kafir dan bukan perintah untuk melakukannya.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Abdulah bin Baz ketika ditanya, “Apakah polig4mi dalam Islam hukumya mubah (boleh) atau dianjurkan?”

Beliau menjawab : “Polig4mi hukumnya disunnahkan (dianjurkan) bagi yang mampu, kerana firman Allah Ta’ala (beliau menyabutkan ayat tersebut di atas), dan kerana perbuatan Rasulullah S.A.W. menikahi sembilan orang wanita, Allah memberi manfaat (besar) bagi umat ini dengan adanya para isteri Nabi S.A.W. tersebut, dan ini (menikahi sembilan orang wanita adalah khusus untuk baginda sahaja.)

Adapun selain daripada Nabi S.A.W. boleh bernikah tidak lebih dari empat orang wanita. Kerana dalam polig4mi banyak terdapat kemaslahatan/kebaikan yang agung bagi kaum lelaki maupun wanita, bahkan bagi seluruh umat Islam. Sebab dengan polig4mi akan memudahkan bagi lelaki maupun wanita untuk menundukkan pandangan, menjaga kemaluan (kesucian), memperbanyak (jumlah) keturunan, dan (memudahkan) bagi lelaki untuk memimpin beberapa orang wanita dan membimbing mereka kepada kebaikan, serta menjaga mereka dari sebab-sebab keburukan dan penyimpangan.

Adapun bagi yang tidak mampu melakukan itu dan khawatir berbuat tidak adil, maka cukuplah dia menikahi seorang wanita (saja), kerana Allah Ta’ala berfirman,

{فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا}

Maksudnya : “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (Surah an-Nisaa’ ayat 3).

Semoga Allah senantiasa memberi taufik-Nya kepada semua kaum muslimin untuk kebaikan dan keselamatan mereka di dunia dan akhirat.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “…Seorang laki-laki jika dia mampu dengan harta, badan (tenaga) dan hukumnya (bersikap adil), maka lebih utama (baginya) untuk menikahi dua sampai empat orang wanita jika dia mampu. Dia mampu dengan fizikalnya (tenaga ba tin) sehingga dia mampu menunaikan hak yang khusus bagi isteri-isterinya. Dia juga mampu dengan hartanya sehingga dia boleh memberi nafkah yang layak bagi isteri-isterinya. Dan dia mampu pula dengan bersikap adil di antara mereka. Kalau dia mampu seperti ini maka hendaknya dia menikah (dengan lebih dari seorang wanita), semakin banyak wanita yang dinikahinya maka itu lebih utama.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Orang yang terbaik di umat ini adalah yang paling banyak isterinya.”(tidak lebih daripada 4 isteri)

Hikmah dan kebaikan polig4mi:

Hukum polig4mi telah disyariatkan oleh Allah Ta’ala yang mempunyai nama al-Hakim, ertinya Zat yang memiliki ketentuan hukum yang Maha Adil dan yang Maha Sempurna, maka hukum Allah Ta’ala yang mulia ini tentu memiliki banyak hikmah dan faedah yang agung, di antaranya:

12 hikmah dan manfaat di dalam hukum berpolig4mi:

Pertama: Terkadang polig4mi harus dilakukan dalam keadaan tertentu. Misalnya jika isteri sudah lanjut usia atau sakit, sehingga kalau suami tidak polig4mi dikhawatirkan dia tidak boleh menjaga kehormatan dirinya. Atau jika suami dan isteri sudah dianugerahi banyak keturunan, sehingga kalau dia harus menceraikan isterinya, dia merasa berat untuk berpisah dengan anak-anaknya, sementara dia sendiri takut terjerumus dalam perbuatan zi na jika tidak berpolig4mi. Maka masalah ini tidak akan boleh diselesaikan kecuali dengan polig4mi, insya Allah.

Kedua: Pernikahan merupakan sebab terjalinnya hubungan (kekeluargaan) dan terikatnya di antara sesama manusia, setelah hubungan nasab. Allah Ta’ala berfirman,

{وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا}

“Dan Dia-lah yang menciptakan manusia dari air (mani), lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah (hubungan kekeluargaan kerana pernikahan), dan adalah Rabbmu Maha Kuasa” (Surah al-Furqaan ayat 54).

Maka polig4mi (adalah sebab) terjalinnya hubungan dan mendekatkan (antara) banyak keluarga, dan ini salah satu sebab polig4mi yang dilakukan oleh Rasulullah S.A.W.

Ketiga: Polig4mi merupakan sebab terjaganya (kehormatan) sejumlah besar wanita akan dapat dipenuhi keperluan hidup mereka dengan mendapat nafkah daripada suami , tempat tinggal, memiliki keturunan dan anak yang banyak, dan ini merupakan tuntutan syariat.

Keempat: Di antara kaum laki-laki ada yang memiliki nafsu syahwat yang tinggi sehingga tidak cukup baginya hanya memiliki seorang isteri, sedangkan dia orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Akan tetapi dia takut terjerumus dalam perzin aan dan dia ingin menyalurkan keperluan syahwatnya ditempat yang halal . Jelaslah ini adalah rahmat Allah S.W.T. kepada manusia membenarkan polig4mi sesuai dengan syariat-Nya.

Kelima: Kadangkala setelah menikah ternyata isteri mandul, tetapi suami berkeinginan untuk mendapatkan zuriat keturunan. Maka berpolig4mi adalah lebih baik daripada suami menceraikan isterinya.

Keenam: Kadangkala juga seorang suami sering bermusafir untuk mencari nafkah, sehingga dia perlu untuk menjaga kehormatan dirinya ketika dia berada jauh daripada isterinya.Maka adalah lebih baik dia bernikah ditempat dia mencari nafkah.

Ketujuh: Banyaknya peperangan dan disyariatkannya berjihad di jalan Allah, yang ini menjadikan ramai lelaki yang terbunuh sedangkan jumlah wanita semakin ramai, padahal mereka perlukan suami untuk melindungi mereka. Maka dalam keadaan seperti ini polig4mi merupakan penyelesaian terbaik.

Kelapan: Kadangkala seorang lelaki tertarik atau kagum terhadap seorang wanita atau sebaliknya, kerana kebaikan agama atau akhlaknya, maka pernikahan merupakan cara terbaik untuk menyatukan mereka berdua.

Kesembilan: Kadangkala terjadi masalah besar antara suami-isteri, yang menyebabkan terjadinya perceraian, kemudian suami menikah lagi dan setelah itu dia ingin kembali kepada isterinya yang pertama, maka dalam keadaan seperti ini polig4mi merupakan penyelesaian terbaik.

Kesepuluh: Umat Islam sangat memerlukan lahirnya banyak generasi muda, untuk mengukohkan barisan dan persiapan berjihad melawan orang-orang kafir, ini hanya akan boleh diperolehi dengan polig4mi dan tidak membataskan jumlah keturunan.

Kesebelas: Termasuk hikmah yang lain dengan suami berpolig4mi, seorang isteri memiliki kesempatan lebih besar untuk menuntut ilmu, membaca al-Quran dan mengurus rumahnya dengan baik, ketika suaminya sedang di rumah isterinya yang lain. Kesempatan seperti ini umumnya tidak didapatkan oleh isteri yang suaminya tidak berpolig4mi.

Keduabelas: Dan termasuk hikmah dan kebaikan polig4mi, semakin kuatnya ikatan cinta dan kasih sayang antara suami dengan isteri-isterinya. Kerana setiap kali tiba waktu giliran salah satu dari isteri-isterinya, maka suami dalam keadaan sangat rindu pada isterinya tersebut, demikian pula isteri sangat merindukan suaminya. Masing-masing isteri cuba memberi khidmat terbaik kepada suami mereka, keadaan ini hanya berlaku dengan adanya polig4mi.

Sahabat yang dimuliakan,

Masih terdapat banyak hikmah dan kebaikan lainnya, yang tentu saja orang yang beriman kepada Allah dan orang bertakwa meyakini akan kebenaran hukum-hukum Allah S.W.T. dan tidak ragu-ragu walaupun sedikit daripadanya.

Wahai kaum wanita yang mukmin!

Yakinlah bahawa setiap hukum yang disyariatkan oleh Allah S.W.T mengandungi hikmah dan kebaikan yang tidak dapat dijangkau oleh pemikiran kita. Walaupun mungkin kalian berat untuk menerimanya tetapi bila hati kalian dididik dengan asas iman dan takwa dan meletakkan kepentingan Allah dan Rasul-Nya melebihi kepentingan diri kalian maka kalian akan mencapai tahap wanita solehah. Tidak ada tempat yang paling baik untuk wanita solehah melainkan syurga Allah S.W.T seluas langit dan bumi.

Janganlah kalian terbawa-bawa dengan wanita barat dan wanita sekular yang membenci polig4mi dan menganggap hukum polig4mi ini adalah merampas hak wanita dan merendahkan darjat kaum wanita. Kelemahan sebahagian daripada kaum lelaki yang mengamalkan polig4mi bukannya alasan bahawa polig4mi itu membawa kemudaratan. Yakinilah bahawa kehidupan sebenar adalah di hari akhirat di dunia ini adalah medan ujian untuk menguji lelaki dan wanita siapakan di antara mereka yang taat dan patuh kepada-Nya dan menjadi orang-orang yang bertakwa.

Continue Reading

Trending