Connect with us

Islamik

Inilah Kelebihan Solat Tahajjud Di Waktu Malam Yang Orang Ramai Tidak Tahu!

Published

on

Seorang muslim yang bertaqwa akan melakukan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. Menjalankan perintah Allah salah satunya yaitu dengan mengerjakan shalat. Shalat yang diwajibkan yaitu shalat fardhu 5 kali dalam sehari semalam. Sedangkan shalat sunnah yaitu tidak wajib dilakukan, tetapi jika dilakukan akan mendapatkan pahala serta keutamaan-keutamaan. Salah satu shalat sunat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat muslim yaitu shalat tahajjud.

Shalat tahajud merupakan shalat sunat yang dikerjakan pada malam hari yaitu waktu yang utama sepertiga malam yaitu antara jam 03.00. Dimana disepertiga malam merupakan waktu yang sangat mustajabah untuk berdoa (doanya akan terkabul). Pada waktu tersebut para malaikat akan turun ke bumi. Shalat sunat tahajud dilakukan paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak tidak ada batasannya dengan diakhiri dengan shalat witir sebagai penutup.

Diriwayatkan Aisyah R.A, ia berkata :

“Nabi SAW mengerjakan shalat malam hingga bengkak kedua telapak kaki beliau,lalu aku katakan kepada beliau,’Mengapa engkau melakukan seperti ini, ya Rosulullah, padahal dosamu yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah? ‘Beliau menjawab,’Apakah aku tidak boleh menjadi hamba Allah yang bersyukur?” (HR Bukhori VIII/449 dan Muslim 2819 dan 2820)

Nabi yag telah dijamin keselamatan serta kebahagiaannya saja selalu melaksanakan shalat tahajud, tetapi kadang kita masih ragu untuk melaksanakan shalat tahajud. Shalat tahajud tidak hanya bermanfaat untuk di ahkirat nanti yaitu mendapat pahala, diampuni dosa-doa, ditinggikan derajatnya tetapi shalat tahajud juga mempunyai banyak manfaat lain yang bisa kita rasakan sekarang.

Seseorang yang selalu terbiasa shalat tahajud akan bisa mengontrol emosinya, karena mempunyai ketenangan dan kedamaian jiwa. Beberapa manfaat shalat tahajud adalah sebagai berikut:

1. Penghapus dosa serta mencegah berbuat dosa

Shalat tahajud merupakan ibadah sarana mendekatkan diri kepada Allah. Jika kita ingin meminta sesuatu tentunya kita harus mendekatkan diri kepada yang akan kita mintai. Seperti kita ingin meminta ampunan atas dosa-dosa yang telah kita perbuat maka kita harus mendekatkan diri kepada Allah agar tobat kita diterima serta diampuni.

Shalat tahajud hanya akan dilakukan secara rutin dan istikomah oleh orang-orang yang mempunyai niat tulus sehingga keistimewaan shalat tahajud diberikan kepada orang-orang yang mau dan mampu melakukan shalat tahajud denga penuh niat dan keikhlasan.

Salah satu keistimewaan shalat tahajud ialah media untuk menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat serta akan mencegah kta melakukan kembali karena setiap malam kita akan mengingat Allah bahwa Dzatya maha melihat sehingga kita akan selalu merasa terawasi sehingga akan mencegah kita berbuat dosa kembali.

Jika ingin semua dosa-dosa yang dilakukan selama ini di ampuni oleh Allah SWT, maka akan lebih baik bila juga melakukan shalat taubat. Dengan melakukan taubat yang sungguh-sungguh, Insyaallah Allah akan mengampuni semua dosa-dosa yang pernah di perbuat dan tidak akan mengulanginya lagi, dengan kata lain menjauhkan hal-hal yang mendatangkan dosa.

2. Jaminan masuk surga

Orang yang melaksanakan shalat tahajud dengan penuh keikhlasan maka jaminan masuk surga. Telah jelas diriwayatkan pada sebuah hadits yaitu jaminan masuk surga bagi orang yang melaksanakan shalat tahajud.

Shalat tahjud merupakan shalat yang dilaksanakan pada waktu sepertiga malam ketika orang-orang sedang terlelap tidur, tetapi orang yang hendak melaksanakan shalat tahjud bangun serta mengambil air wudhu. Walau kelihatannya mudah tetapi berat dilaksanakan jika belum terbiasa maka Allah memberikan balasan syurga bagi yang melaksanakannya.

3. Mendapat keringanan ketika dihisab di akhirat

Ketika di akhirat nanti tidak ada yang bisa menolong kit kecuali amal yang telah kita lakukan di dunia. Ketika dihisab atau ditimbang amal kita inilah yang akan menentukan kita akan masuk surga atau neraka. Ketika timbangan amal kita leboh berat kebaikan yang telah kita perbuat maka kita akan masuk surga, tetapi sebaliknya jika timbangan perbuatan dosa kita leboh berat maka kita akan masuk neraka.

Seorang muslim yang secara rutin melaksanakan shalat tahajud akan mendapatkan keringan ketika dihisab di akhirat. Doa-doa kita yang telah kita panjatkan saat shalat tahajud maka akan di ampuni karena berdoa di waktu yang mustajabah yaitu sepertiga malam.

4. Tanda takwanya terlihat di muka

Orang yang terbiasa melakukan shalat tahajud maka wajahnya akan terlihat bersinar. Hatinya akan tertuntun dengan kebaikan-kebaikan karena shalat akan mencegah perbuatan keji dan munkar. Shalat tahajud akan menjaga keimanan seseorang akan tetap ada didalam hati sehingga kita akan senantiasa teringat kepada Sang Pencipta.

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh r.a, bahwa Rosulullah SAW bersabda:

“Setan mengikat pada ujung kepala salah seorang diantara kalian jika tidur dengan tiga ikatan. Masing-masing ikatan mengatakan: “Engkau masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah!’ Jika ia bangun lantas menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudlu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika ia mengerjakaan shalat, maka terlepaslah satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi giat, demikian juga jiwanya akaan menjadi baik. Jika tidak demikian, maka keesokan harinya ia menjadi kotor jiwanya lagi pemalas.” (HR. Muslim 1163).

5. Melancarkan aliran darah di tubuh

Shalat tahajud dilaksanakan dengan keutamaan di sepertiga malam yaitu sekitar jam 03.00 pagi. Pada waktu tersebut banyak orang yang masih terlelap dalam tidurnya. Tetapi orang muslim yang taqwa serta ingin mendekatkan diri kepada Penciptanya dia akan bangun dan melaksanakan shalat tahajud.

Shalat tahajud tidak hanya dilakukan untuk berkeluh kesah dan mengadu kepada Sang Kuasa tetapi sholat tahaju juga mempunyai manfaat untuk kesehatan badan. Saat udara masih bersih, oksigen belum tercemar yaitu saat jam 03.00 pagi maka akan menyehatkan paru-paru kita, melancarkan peredaran darah serta menyehatkan tubuh.

Orang lain yang tidak bagun diwaktu ini maka tidak akan merasakan betapa dahsyatnya udara pagi dengan keindahan serta kenyamanannya, setelah matahari terbit maka kondisi dan suasana ini tidak lagi bisa dirasakan. Hanya orang-orang yang melakukan sholat tahajud yang dapat merasakannya.

6. Membesarkan rongga paru-paru

Manfaat tahajjud berikutnya ada pada gerakan shalat tahajjud. Gerakan shalat yang kita kerjakan buakan berati hanya gerakan saja tanpa mempunyai arti dan manfaat. Gerakan shalat yang kita lakukan ketika shalat mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Salah satu gerakan yang bermanfaat untuk kesehatan yaitu gerakan takbiratul ihram kemudian kita bersedekap.

Gerakan tersebut akan membuka rongga paru-paru menjadi besar sehingga akan memperlancar aliran udara menuju paru-paru. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk kesehatan paru-paru kita. Shalat tahajud yang dilakukan pada pagi hari yaitu jam 03.00 pagi akan semakin mendukung kesehatan tubuh karena kita akan melakukan gerakan-gerakan yang dapat memberikan manfaat banyak bagi kesehatan tubuh bahkan manfaatnya akan lebih dibanding dengan olahraga.

7. Pikiran jauh lebih tenang dan segar

Berbagai aktifitas kita lakukan seharian pastinya akan membuat badan kita butuh istirahat, setelah ita bangun pagi pada sepertiga malam maka kita akan merasakan pikiran kita jernih serta segar kembali. Pada waktu itu sangat bagus untuk merefresh pikiran kita sehingga beban-beban hidup akan terkurangi. Mengadulah kepada Sang Pemilik alam ini maka hanya kepadanya kita meminta dan akan diberi apa yang menjadi hajat kita.

8. Memperoleh cinta dan ridho Allah

Ketika orang-orang yang lain sedang menikmati tidurnya, tetapi orang mukmin bangun dan memilih meninggalkan kenyamanan tidur dan membunuh syahwatnya. Mereka bangun melaksanakan shalat tahajud untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan janji Allah nyata bahwa orang-orang yang senantiasa mendekat dan meminta kepada-Nya maka akan dikabulkan.

Allah akan cinta dan ridho kepada hambanya yang mau mendekatkankan diri. Jika Allah sudah cinta dan ridho kepada kita maka apapun yang kita panjatkan akan terkabul selama masih untuk kebaikan. Dan orang yang beriman tentunya pasti tidak akan meminta hal-hal selain untuk kebaikan. Allah tidak akan pernah membiarkan hamba yang dicintainya kekurangan dalam hal harta ataupun lainnya. Allah yang akan mencukupkan semua kebutuhan kita.

9. Meningkatkan sistem imunisasi tubuh

Melakukan sholat tahajud dengan gerakan-gerakan yang dilakukan serta bangun di sepertiga malam akan menjadikan seperti terapi penyakit yang ada ditubuh kita. Hal ini karena dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang ada didalam tubuh kita. Telah dilakukan riset bahwa secara bio-teknologi shalat tahjud mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Sistem kekebalan tubuh ini yang akan menjadikan tubuh tidak mudah terserang penyakit karena sistem imun yang akan menyerang setiap bibit penyakit serta benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita. Melaksanakan shalat tahajud sangat baik untuk para penderita penyakit berat seperti kanker bahkan dapat menghilangkan rasa nyeri yang sering melanda penderita kanker.

10. Shalat yang paling afdhal setelah shalat lima waktu

Shalat tahajud merupakan sholat yang paling afdhol setelah sholat lima waktu. Shalat tahajud dilaksanakan pada tengah malam yang akan memberikan waktu dan suasana khusu’ untuk berdoa. Diwaktu tersebut kita dapat menumpahkan segala keluh kesah yang kita rasakan kepada Sang Kholiq. Hanya kepadanya tempat yang tepat untuk mengadu dan meminta.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a, bahwa ia berkata: Sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda:’

“Jadikanlah sholat witir sebagai akhir sholat kalian di malam hari.” (HR. Bukhori (II/406), Muslim (751), Abu Dawud (1438) dan nasa’I (230-231)

Hati kita akan merasa aman, nyaman serta keikhlasan akan tercipta pada setiap kejadian yang telah menimpa dalam kehidupan. Karena shalat tahjud ini merupakan shalat yang afdhol setelah shalat fardu maka Allah memberikan banyak keistimewaan kepada orang yang mau dengan ikhlas dalam melaksanakannya. Makna ikhlas yang melakukannya semata-mata hanya karena Allah.

11. Dikabulkannya doa-doa

Shalat sunat tahajud merupakan shalat sunat yang dianjurkan karena janji Allah telah jelas bahwa orang yang mau melaksanakan shalat tahajud kemudia setelahnya meminta sesuatu maka akan diberikan, memohon ampun maka akan diampuni, siapa yang berdoa akan dikabulkan.

Diriwayatkan dari Jabir r.a, bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya diwaktu malam itu terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba muslim memohon kebaikan kepada Allah berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti Allah akan memberikannya kepadanya. Waktu itu terdapat pada setiap malam.” (HR. Muslim)

Pada saat sepertiga malam malaikat akan turun ke bumi dan memeriksa siapa yang berdoa maka doanya akan disampaikan kepada Allah. Doa yang dipanjatkan pada waktu-waktu mustajabah akan terkabul. Salah satu waktu yang mustajabah untuk berdoa yaitu ketika sepertiga malam. Berdoalah kepada Allah apa yang menjadi hajatmu dan apa yang menjadi keluh kesahmu mengadulah kepada-Nya maka Allah lah Sang maha pengatur segalanya.

12. Akan diangkat darjatya ke tempat yang terpuji

Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang melaksanakan shalat tahajud dengan derajat yang mulia. Shalat merupakan sholat yang menjadi dasar amalan sementara sholat tahajud ayang akan menjadi ibadah tambahan yang akan menjadikan penolong bagimu diakhirat nanti. Orang yang melaksanakan sholat tahajud akan di berikan tempat yang berbeda dari orang yang tidak melaksanakan sholat tahajud.

Orang yang melaksanakan sholat tahajud akan diberikan derjat mulia serta tempat yang terpuji sehingga membedakan mana yang bertaqwa dan mana yang tidak bertaqwa. Kenikmatan serta derajatnya tidak ada yang bisa menyamainya di dunia ini karena hanya akan diberikan kepada orang-orang yang mau melkasanakan shalat tahajud dengan penuh keikhlasan di akhirat nanti.

13. Menjauhkan diri dari kelalaian hati

Manfaat melaksanakan sholat tahajud salah satunya yaitu maka orang tersebut akan dijauhkan dari kelalaian hati. Maka kita akan selalu diingatkan agar senantiasa ingat kepada Sang Maha besar sehingga hati kita tidak akan sombong, tamak, iri, dengki serta penyakit hati lainnya yang dapat membuat kita lupa dan lalai bahwa sebenarnya kita hidup di dunia ini hanya sebentar ibaratnya hanya numpang minum di warung.

Jangan sampai kita terlena karena kita hanya mampir. Tetap fokus pada tujuan utama kita bahwa hidup yang sesungguhnya adalah ketika telah berada di akhirat nanti. Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa “barang siapa yang melaksanakan sholat malam hari dengan membaca seratus ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang yang lalai. Dan apabila membaca dua ratus ayat, maka sungguh ia akan dicatat sebagai orang yang selalu taat dan ikhlas.

14. Meringankan lamanya berdiri di hari kiamat

Sholat tahajud akan meringankan lamanya berdiri di hari kiamat nanti. Hari kiamat merupakan hari akhir dari kehidupan didunia. Semuanya akan mati dan hancur. Pada hari tersebur tidak ada yang mampu menolong diri kita kecuali pertolongan Alloh serta amal baik yang telah kita perbuat selama kita hidup di dunia. Maka sholat tahajud akan menolong kita meringankan apa yang kita rasakan ketika di hari kiamat.

15. Penyebab khusnul khotimah

Mati pasti akan menjempu setiapmakhluk yang bernyawa tak terkecuali kita. Saat kita menjemput ajal maka satu yang menjadi point penting yaitu khusnul khotimah. Khusnul khotimah akan menentukan kita masih dalam keadaan islam dan iman atau tidak saat nyawa kita dicabut.

Saat mati tidak membawa iman maka amal yang telah kita lakukan didunia tidak akan berarti apa-apa maka khusnul khotimah ini sangat didambakan pada semua umat. Melakukan sholat tahajud akan senantiasa menginatkan diri kita kepada Alloh, karena ajal akan menjemput kita kapanpun tanpa kita ketahui. Semoga dengan melaksanakan sholat tahajud maka akan mengantarkan kita menuju khusnul khotimah.

16. Menjaga ketampanan dan kecantikan

Melaksanakan sholat tahajud akan menjaminkan ketampanan dan kecantika pada seseorang tidak hanya pada lahir atau fisiknya tetapi pada batin atau hatinya. Setiap orang pasti akan mendambakan kecantikan atau ketampanan. Tahajud ini akan menjadikan terapi untuk anda menjadi tampan atau cantik secara lahir ataupun batin.

Seperti yang telah nabi jelaskan dalam sebuah hadist “ bahwa orang yang melaksanakan sholat tahajud akan wajahnya akan terlihat atampan atau cantik di siang harinya.” (HR Ibnu Majah).

17. Mempercepat tercapainya cita-cita dan rasa aman

Dalam menggapai apa yang kita cita-citakan tentunya dengan usaha atau ikhtiar, tetapi jangan lupa lengkapi dengan berdoa. Usaha tanpa doa maka akan susah tercapai karena tidak pelumasnya untuk mempercepat tercapainya.

Maka dalam menggapai pa yang dicita-citakan berusahalah dan berdoa pada sepertiga malam setelah melaksanakan sholat tahajud. Berdoa pada waktu tersebut merupakan waktu yang mustajabah sehingga akan terkabul apa-apa yang menjadi hajatmu.

18. Terhindar dari jangkitan pernafasan

Menurut salahsatu pakar kesehatan dari Universitas Indonesia salah satu cara untuk melakukan gaya hidup sehat yaitu dengan membiasakan diri melaksanakan sholat tahajud. Sholat tahajud akan membantu tubuh meningkatkan kesehatan serta menyembuhkan berbagai macam penyakit yang diderita seperti penyakit pernapasan.

Sholat tahajud akan menjadi seperti terapi yag sangat baik untuk menyembuhkan infeksi pernapasan serta mencegahnya untuk datang kembali sehingga tubuh akan sehat dan bugar.

Demikian beberapa manfaat yang dapat kita peroleh ketika melaksanakan sholat tahajud, baik manfaat yang bisa kita rasakan di dunia maupun manfaat yang bisa kita rasakan nanti dikhirat. Ketika kita ikhlas menjalankan sholat tahajud dengan istikomah maka kita akan mendapatkan banyak lagi manfaat yang sampai-sampai kita akan bingung bagaimana mensyukurinya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Islamik

12 Tahun Mak Meninggal, Jenazah Mak Masih Elok dan Cukup Sifat

Published

on

12 Tahun Mak Meninggal, Jenazah Mak Masih Elok dan Cukup Sifat

Sesungguhnya m4ti itu pasti dan setiap yang bernyawa pasti merasai m4ti. Namun, bagaimanakah kem4tian kita? Tiada siapa yang tahu. Semuanya bergantung kepada amalan kita di dunia ini sebagai hamba yang Maha Kuasa.

Seorang wanita yang dikenali sebagai Amina Jasmine telah berkongsi sebuah kisah mengenai ibunya yang sarat dengan pengajaran untuk dijadikan pedoman hidup. Kisah mengenai jasad ibunya yang masih terpelihara dan tidak berbau walaupun sudah dikebumikan 12 tahun lalu. Jom kita ikuti perkongsiannya dibawah.

Alhamdulillah selesai pemindahan kubur mak.

12 tahun mak pergi mengadap Illahi. Jenazah mak elok, masih dlm keadaan kiam. Kain kafan mak tak koyak, bantal dan tali masih ada. Susuk badan mak jelas dipandangan mata kami yang menyaksikan tadi. Cukup sifat dan tak berbau. Allahuakhbar, Maha Suci Allah.

Dia wanita yang lembut. Tak suka mengata org lain, tak suka menc3rca orang lain. Mak sangat mudah mengalirkan air mata. Hatinya bak tisu mudah terkoyak. Setiap c3rca orang mak balas dengan senyuman dan air mata. Dengan suami mak bersabar.

Dan siapa sangka dalam kepadatan Tanah Perkuburan Bukit Alip, mak dapat dikebumikan sebelah ku bur arwah ayah. Maha Suci Allah.

Setelah 12 tahun mak pergi, Allah beri aku ‘sesuatu’, tentang hidup ni, hati ini dan keinsafan ini. Cari redha Allah.

Tali kain kafan mak setelah 12 tahun. Masih elok tak reput berada disisi m4yat.

Mayat Tidak Hancur Tanda Allah Redha?

Tidak kurang kisah penyebaran peristiwa ajaib seperti mayat seseorang yang telah meninggal dunia dikalangan masyarakat kita. Kisahnya bermacam versi, kebanyakkan adalah kisah setelah lama kematian seseorang itu lalu kuburnya digali semula didapati mayatnya tidak reput dan tidak hancur malah seakan-akan baru sahaja ditanam. Fenomena ini dikenali sebagai incorruptible body. Lalu hasil dari kejadian sebegitu, ramai orang menyandarkan peristiwa itu adalah petanda Allah menjaga jasad tersebut. Lalu mereka akan mengaitkan bahawa individu ini dahulunya adalah seorang huffaz yang menghafal al Quran, orang soleh, atau orang yang baik-baik dan sebagainya.

Peristiwa mayat tidak reput ini tidak dinafikan sememangnya berlaku. Malah di dalam sebuah hadis nabi Muhammad SAW menyebut:

اَفْضَلُ اَيَّامِكُمُ الْجُمْعَةُ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَ فِيْهِ قُبِضَ وَ فِيْهِ النَّفْخَةُ وَ فِيْهِ الصَّعْقَةُ فَاكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاَةِ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالُوا وَ كَيْفَ تُعْرَضُ صَلاَتُناَ عَلَيْكَ وَ قَدْ اَرمَتَّ يَقُولُونَ بَلِيْتَ فَقَالَ اِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ اَنْ تَأْكُلَ اَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

“Hari yang paling utama adalah hari Jumaat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia meninggal, pada hari itu sangkakala ditiup dan pada hari itu terjadi kiamat, maka perbanyaklah kalian berselawat kepadaku di hari itu, kerana selawat kalian akan diperlihatkan kepadaku”). Para sahabat bertanya, “Bagaimana selawat kami diperlihatkan kepadamu padahal kamu telah menjadi debu?” Baginda menjawab, “Sesungguhnya Allah ta’ala telah mengharamkan bumi dari memakan jasad para Nabi.”

Hadis di atas diriwayatkan oleh Said bin Manshur, Ibnu Abu Syaibah, Ahmad dalam Musnad-nya, Ibnu ‘Ashim dalam bab berselawat, Abu Daud, al-Nasa’i dan Ibnu Maajah dalam kitab sunan mereka, al-Thabrani dalam kitab Mu’jam-nya, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan al-Hakim dalam kitab Shahih mereka, dan al-Baihaqi dalam Hayat al-Anbiya’ dan Syu’ab al-Iman dan karangannya yang lain.

Perlu diketahui hadis, “Sesungguhnya Allah ta’ala telah mengharamkan bumi dari memakan jasad para Nabi.”, telah datang dari jalan yang banyak yang dikumpulkan oleh al-Hafiz al-Mundziri dalam bahagian khusus dan dia berkata dalam al-Targhib wal Tarhib, “Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Maajah dengan sanad yang jayyid (sangat bagus) dan diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya dan al-Hakim, dan dia juga menshahihkan hadits tersebut.”

Dalil hadis hanya mengkhususkan bahawa jasad para nabi sahaja dijaga dan tidak dimakan oleh tanah. Sememangnya jasad para nabi akan dijaga berdasarkan hadis ini, dan hadis ini tidaklah mengkhususkan bahawa kesemua jasad yang tidak dimakan tanah itu kesemuanya adalah jasad para nabi kerana terdapat juga jasad-jasad yang lain turut tidak dimakan oleh tanah. Ini kerana dalam konteks hadis ini tidak juga memberi isyarat bahawa perkara itu tidak berlaku kepada orang lain. Malah ia juga berlaku kepada orang yang Allah murkai.
Malah fenomena ini juga berlaku kepada mana-mana manusia di dunia ini. Jika dilihat di negara-negara lain juga terdapat kejadian seperti ini. Tetapi untuk menyandarkan peristiwa ini semata-mata sebagai penanda aras mayat itu diredhai oleh Allah adalah suatu yang perlu berhati-hati.

Sedangkan hal tersebut juga terjadi kepada orang jahat yang dilaknat oleh Allah sepertimana Firaun, firman Allah yang bermaksud:

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (Yunus: 92)

Jika ingin dikatakan jasad yang ditanam tidak reput dan rosak dimamah tanah itu adalah petanda aras adalah kebenaran kepada agama, maka bagaimana pula dengan jasad firaun juga yang dipelihara oleh Allah sehingga kekal pada hari ini? Begitu juga dengan peninggalan mayat-mayat di Pompeii yang diselaputi dengan letusan gunung berapi yang masih tersisa sehingga hari ini, adakah peninggalan itu menjadi tanda aras Allah meredhai mereka?

Begitu juga hal ini menjadi modal yang dijaja oleh penganut Kristian di Barat terutama denominasi Katolik. Mereka memiliki banyak koleksi mayat dari kalangan paderi (saint) yang tidak reput malah diletakkan di dalam bekas kaca untuk ditonjolkan kepada orang ramai bahawa paderi itu merupakan orang baik dan mayatnya itu dirahmati oleh Tuhan. Antaranya adalah St. Luigi Orione, St. John Neumann, St. Pio da Pietrelcina, St. Bernadette Soubirous dan banyak lagi.

Malah terdapat ramai tokoh agama yang saling mengejar peristiwa seperti ini untuk dijadikan sebagai penanda aras bagi kebenaran dan keredhaan Tuhan berpihak kepada mereka.

Kita tidak menafikan kuasa Allah dalam menguruskan alam ini. Apa yang mahu dibawa dalam perbicangan ini adalah perlunya mengubah cara berfikir dengan menyandarkan sesuatu perkara itu dengan aras ‘kebenaran’ dan ‘keredhaan’ Allah. Sedangkan kejadian Allah menjaga mayat seseorang dengan petanda Allah meredhainya itu tidak disebut khusus di dalam nas kecuali mengenai jasad para nabi sahaja.

Akan tetapi, masyarakat kita menyebar peristiwa itu seakan agama yang bercakap soal ukuran aqidah keimanan itu. Oleh itu membina pemikiran yang bebas dari sangkaan dan sikap rasa-rasa dalam beragama bukanlah sesuatu yang mudah untuk melawan arus masyarakat yang sedia terjinak dengan perkara-perkara ajaib ini. Terutama untuk membezakan diantara perkara itu berlaku bukan sebagai petanda aras kebenaran semata-mata. Perkara ini perlu diperhalusi dan jangan dirangkul pukal sekali bahawa ia adalah dalil semata-mata untuk kita.
Oleh itu untuk kembali berdiri dengan aqidah yang dibawa oleh al Quran dan Hadis adalah penting untuk membina pemikiran yang berhati-hati terhadap perkara yang melibatkan dengan sentimen keimanan.

Sumber : Amina Jasmine

Continue Reading

Islamik

Rezeki Datang Mencurah-Curah Bila Kita Amalkan Menyuap Isteri & Anak Makan

Published

on

Rezeki Datang Mencurah-Curah Bila Kita Amalkan Menyuap Isteri & Anak Makan

Semasa pergi ke hospital semalam, datang seorang lelaki yang baik mengajak saya duduk berbual kerana dia ada masalah. Dia bercerita yang kehidupan keluarganya sangat sempit dan tidak tenteram. Asyik bergaduh saja dan rasa sakit jiwa.

“Saya dah usaha macam-macam cara dah. Tak tahu nak buat macam mana dah,” katanya.

“Abang makan, ada suapkan makanan dalam mulut isteri tak?” saya tanya.

“Tak pernah ustaz,” jawabnya.

“Abang pernah menyuap makanan ke dalam mulut anak-anak tak?” soalan saya kemudian dijawab dengan jawapan yang sama.

“Orang dulu-dulu tak adalah kaya sangat tetapi kehidupan keluarga penuh dengan kasih sayang, rezeki pun cukup saja, rasa tenang dan berkat. Sebab janji Allah dengan menghargai keluarga, rezeki bertambah.

Sekarang? Dah banyak keluarga yang tak makan sekali apatah lagi suami menyuap isteri dan anak-anak. Ada yang masih makan bersama tetapi sambil makan, tangan sibuk melayan handphone, mata sibuk melayan tv. Ya Allah.

“Bila isteri makan dari tangan kita, terasa bahagia sangat. Bila kita menyuap isteri makanan kerana cinta, kerana Allah walaupun cuma beberapa suap, terasa nikmatnya. Buat pula tergigit jari sikit. Hehe! Sunnah berjemaah.
Juga makan satu bekas yang sama. Sekarang satu dulang rumah saya, kami makan berlima. Kadang-kadang anak pula berebut nak menyuap makanan ke mulut mak dan ayahnya sekali sekala.

“Cuba abang amalkan menyuap isteri dan anak-anak. Orang yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi. Kasihilah keluarga, lihatlah bagaimana rezeki datang mencurah-curah,” jelas saya padanya.

“Baiklah ustaz. Saya nampak itulah jalan yang saya tidak pernah fikir. Rezeki datang bila kita berkasih sayang dan menghargai keluarga,” katanya.

Bila isteri suapkan saya, terasa best sangat nikmat. Ya Allah, inilah nikmat dunia ini. Ya Allah, berilah kami terus dapat menikmatinya dan bersama dalam syurga.

Oleh: Ustaz Ebit Lew

Continue Reading

Islamik

6 Jenis Penat Yang Meletihkan Tapi Tinggi Pahalanya Di Sisi Allah. No 3 Yang Paling Besar Ganjarannya

Published

on

6 Jenis Penat Yang Meletihkan Tapi Tinggi Pahalanya Di Sisi Allah. No 3 Yang Paling Besar Ganjarannya

Ada orang penat kerana kerja seharian, ada yang penat belajar, bahkan ada yang penat kerana tengah sarat mengandung. Dan macam-macam lagi jenis kepenatan yang dirasai oleh kita. Lain orang pasti lain pengalamannya dan ujian yang perlu ditempuh.

Namun, jika apa yang anda lakukan itu adalah kerana diri sendiri, agama dan juga untuk Allah, pasti akan ada ganjaran yang Allah berikan. Sedarkah anda, setiap kepenatan dan peluh yang dilalui itu ada jenisnya yang disukai Allah? Ada diceritakan melalui beberapa dalil mengenai jenis kepenatan yang disukai Allah, antaranya;

1. Penat Dalam Mengajak Kepada Kebaikan

Dalam kita menegur atau berdakwah ke arah kebaikan, tidak semua orang suka kepadanya. Ada yang akan mengambil masa yang lama untuk menerimanya dan ada juga yang langsung tidak mengendahkan apa yang kita sampaikan.

Jangan berputus asa! Yang paling penting ialah kita sendiri yang perlu sentiasa sabar dan terus berdakwah ke arah kebaikan. Walau kita penat kerana apa yang dilakukan itu kadang-kadang sehingga boleh menimbulkan kecaman, namun percayalah setiap usaha yang dilakukan amatlah disukai Allah.

Mafhum: “Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta ia sendiri mengerjakan amal yang soleh.” (Surah Fussilat, 41:33)

2. Penat Dalam Beribadah

Hati manusia itu sentiasa berbolak-balik. Ada masa-masanya mungkin perasaan suka akan beribadat itu boleh diganti dengan perasaan yang lesu dan lemau. Apabila berada dalam situasi ini, salah satu sebabnya adalah kerana penat. Penat dalam beribadah ialah penat yang disukai Allah. Kerana kita telah meletakkan tenaga kita kepadaNya.

Jangan risau. Perasaan itu boleh sembuh jika kita tidak memaksa. Cuba untuk berehat dan cari balik motivasi untuk beribadah.

Mafhum: “Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan).” (Surah Al-Ankabut, 29:69)

3. Penat Mengandung, Melahirkan Dan Menyusukan

Wanita yang mengandung, melahirkan dan menyusu anaknya akan mengalami kepenatan dan kesakitan yang hanya dilalui oleh mereka. Betapa hebatnya wanita sehingga Allah memberi kekuatan kepada mereka sedemikian rupa.

Kepenatan yang dialaminya itu merupakan salah satu perkara yang disukai Allah kerana ia adalah pengorbanan yang luar biasa yang dilakukan untuk melahirkan khalifah di muka bumi. Hatta, ibu bapa yang penat membesar dan mendidik anak juga akan diberi ganjaran pahala yang tidak ternilai.

Mafhum: “Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusuinya), dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun.” (Surah Luqman, 31:14)

4. Penat Dalam Mencari Nafkah

Mencari nafkah dan rezeki itu adalah perkara yang dituntut bahkan ia adalah keperluan untuk meneruskan kelangsungan hidup. Sama ada yang bekerja dari awal pagi sehingga lewat malam atau yang bekerja secara shift, semuanya pasti ada kepenatan sendiri yang perlu dilalui.

Namun, percayalah jika ia adalah rezeki dan nafkah yang halal, maka ia adalah sesuatu yang disukai Allah.

Mafhum: “Kemudian, setelah selesai sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing) dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan), supaya kamu berjaya (di dunia dan di akhirat).” (Surah Al-Jumu’a, 62:10)

5. Penat Dalam Menuntut Ilmu

Apabila kita lihat cabaran-cabaran yang dilalui mahasiswa hari ini, ujiannya adalah pelbagai. Ditambah pula dengan episod COVID-19 yang perlu dilalui. Ada yang berjaga malam untuk menyiapkan tugasan, ada yang perlu menghabiskan wang untuk keperluan pelajaran dan sebagainya.

Itu semua adalah asam garam dalam belajar. Kepenatan ini, jika ia membuahkan hasil suatu hari kelak pastinya akan membuatkan anda mampu mengukir senyum lebar dan merasa berbaloi dengan kesusahan yang dialami itu.

Mafhum: “Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbaniyyin (yang hanya menyembah Allah dengan ilmu dan amal yang sempurna), kerana kamu sentiasa mengajarkan isi kitab Allah itu dan kerana kamu sentiasa mempelajarinya.” (Surah Ali-Imran, 3:79)

6. Penat Dalam Urusan Keluarga

Menggalas tanggungjawab sebagai ibu bapa mahupun kakak atau abang merupakan salah satu amanah yang perlu dijalankan dengan baik. Tidak semestinya tugas menjaga keluarga itu jatuh di atas bahu orang tua sahaja, namun juga kepada anak-anak.

Setiap keluarga itu pasti mempunyai ombak dan badai yang perlu diharungi. Bukan hari-harinya disinari pelangi. Justeru, walau penat menjengah, jangan pernah berputus asa dengan ujian itu.

Mafhum: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu (berhala).” (Surah At-Tahrim, 66:6)

Continue Reading

Trending