Inilah Penjelasan Ilmiah Kenapa Anak Kapal KRI Nanggala 402 Tidak Selamatkan Diri Semasa Tenggelam!

Sejak dinyatakan hilang dari radar pada Rabu (21/4/2021), kini Panglima TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan saat ini status kapal KRI Nanggala 402 dinyatakan subsunk.

Subsunk atau dengan kata lain juga on eternal patrol, dapat diertikan bahwa kapal selam kini benar-benar sudah tenggelam dan tak dapat kembali ke permukaan lagi. Dikatakan KRI Nanggala 402 kini berada di kedalaman 850 meter diukur dari permukaan air laut. Pada kedalaman tersebut, adalah amat sukar bagi anak kapal dapat menyelamatkan diri dan keluar dari kapal selam tersebut. Dan walaupun mereka dapat bertahan sementara berada di dalam kapal, kadar oksigen yang tersedia dilaporkan hanya cukup untuk bertahan hingga 72 jam saja. Terdapat dua pilihan tersedia untuk kapal selam yang hilang kontak atau tenggelam, yakni diselamatkan atau menyelamatkan diri.

Menyelamatkan diri adalah proses anak kapal keluar dan naik ke permukaan dengan kemampuan sendiri tanpa bantuan pihak luar. Sedangkan pilihan diselamatkan dilakukan oleh pihak luar yang mengeluarkan anak kapal dari dalam kapal selam. Namun berdasarkan apa yang diperkatakan oleh Kompas.com, Sekretaris Submarine Institute of Australia Frank Owen mengungkapkan, umumnya sebagian besar sistem penyelamatan kapal selam hanya mampu capai kedalaman sekitar 600 meter.

Kenapa anak kapal tidak menyelamatkan diri?

Pintu kecemasan dari kapal selam tidak sefleksibel kendaraan darat maupun udara. Seperti dilaporkan oleh Kompas.com, pintu kapal selam jauh lebih rumit dari yang dibayangkan karena dirancang agar tidak dapat dimasuki air laut. Memang ada kompartemen penyelamat di mana bahagian tersebut tidak boleh dimasuki air, kerena memiliki sistem isolasi walaupun bahagian lain kapal selam telah bocor. Hanya pada kompartemen itulah anak kapal boleh berusaha menyelamatkan diri, tapi bergantung juga dengan paras kedalaman laut.

Tekanan air laut yang sangat kuat

KRI Nanggala hilang di kedalaman lebih dari 800 meter di bawah laut, maka tekanan yang terjadi di dalam sana tidak dapat dibiasakan oleh tubuh manusia. Jika pintu emergency dibuka pada kedalaman tersebut, air laut akan masuk dengan sangat cepat hingga memenuhi seluruh ruang kapal selam. Dipetik dari Schmidt Ocean Institute melalui Kompas.com, tekanan hidrostatis air meningkat sebanyak 1 atm setiap kedalaman 10 meter. Jadi tekanan pada kedalaman 800meter akan senilai dengan 80atm. tubuh manusia umumnya hanya boleh bertahan dengan tekanan sekitar 3 sampai 4 atm saja, atau kedalaman air maksimal 40 meter.

Apa yang terjadi pada tubuh manusia?

Di kedalaman 800 meter dasar laut, tekanan yang terasa boleh diibaratkan seperti kepala kita dipijak oleh 100 ekor gajah. Bukan itu sahaja gegendang telinga kita akan pecah akibat tekanan tinggi ini. Paru-paru juga akan berhenti berfungsi dan pecah jika dihentam tekanan sebesar itu. Pembuluh darah, sistem dan organ tubuh akan ikut melebur hancur sekelip mata.

Inilah punca mengapa usaha menyelamatkan diri adalah mustahil pada kedalaman tersebut dan usaha penyelamatan oleh pihak luar sangat sukar untuk dilakukan, meskipun dengan kemampuan teknologi dan aset ketenteraan yang baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*