Connect with us

Islamik

10 Tanda Kita Diganggu Syaitan Ketika Solat, Nombor 8 Paling Ramai Kena. Mesti Baca!

Published

on

Apalagi pekerjaan setan selain menggoda manusia di bumi ini. Apapun aktiviti yang kita lakukan maka sebaiknya kita mengawali semua itu dengan doa. Paling tidak dengan mengucap basmallah, maka kita sudah membentengi diri kita dari godaan setan yang tekutuk. Karena setan tidak akan berhenti menggoda manusia sampai hari kiamat tiba, maka kita harus benar-benar membentengi hati kita dengan iman agar tak tergoda oleh bujuk rayu setan. Beritkut merupakan 10 tanda diganggu syaitan ketika solat.

Kali ini wajib baca merangkum dari berbagai sumber, tanda-tanda bahwa kita sedang diganggu setan saat melakukan shalat. Apa sajakah jenis godaan dan gangguan-gangguan setan tersebut? Berikut 10 gangguan yang dilakukan setan saat manusia shalat,

1. Ada perasaan was-was, saat melakukan takbiratul ihram kurang yakin

Saat mulai membaca takbiratul ihram “Allahu Akbar”, bila kita ragu apakah takbir yang kita lakukan itu sudah sah atau belum sah. Kemudian kita langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir, Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku’.

Ibnul Qayyim berkata, “Termasuk tipu daya syaitan yang banyak menggangu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam sholat”. Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak nyaman.

2. Tidak bisa konsentrasi dalam membaca bacaan shalatSahabat Rasulullah SAW yaitu ‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu.

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancu”. Rasulullah SAW menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku”. (HR. Muslim)

3. Sampai jumlah rakaat-pun kita lupa.Abu Hurairah r.a berkata.

“Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sholat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam”. (HR Bukhari dan Muslim)

4. Memikirkan hal – hal keduniawian

eeehm…enaknya daging ayam ini…

Pernahkah anda mengingat hal-hal yang mungkin penting tapi sudah lama terlupa. Tiba-tiba saat shalat malah ingat.

Abu Hurairah r.a berkata:

“Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dikumandangkan adzan sholat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara adzan tersebut. Apabila muadzin telah selesai adzan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang sholat seraya berkata kepadanya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia sholat”. (HR Bukhari)

5. Shalat dengan tergesa-gesaKarena sedang dikejar deadline, jadi kerjaanya numpuk. Shalatpun jadi tergesa-gesa. Pernah mengalami hal ini? Atau bahkan sering?

Ibnul Qayyim berkata.

“Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah, asal dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berperilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul karena dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan terburu-buru sebelum waktunya”.

Tentu saja bila sholat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal. Asal mengerjakan, asal selesai dan asal jadi. Tidak ada ketenangan atau thuma’ninah.

Pada zaman Rasulullah SAW ada orang sholat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena sholat yang telah ia kerjakan belum sah.

Rasulullah SAW bersabda kepadanya.

“Apabila kamu sholat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu ruku’lah sampai kamu benar-benar ruku’ (thuma’ninah), lalu bangkitlah dari ruku’ sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma’ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat sholatmu”. (HR Bukhari dan Muslim)

“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (H.R Ahmad)

6. Sering melakukan hal-hal diluar gerakan shalatDahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat:

“Jangan bermain kerikil ketika sholat karena perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW”. Orang tersebut bertanya, “Apa yang dilakukannya?” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW”, kata Ibnu Umar. (HR Tirmidzi)

Imam Ibnu Al-Utsaimin menjelaskan,

Jika gerakan yang banyak tersebut dilakukan secara terpisah-pisah maka tidak membatalkan sholat. Namun bukan main-main seperti hadist diatas. Jika ia bergerak tiga kali pada raka’at yang pertama, kemudian bergerak lagi tiga kali di rakaat kedua, kemudian bergerak tiga kali juga di rakaat ketiga, dan bergerak juga tiga kali di rakaat keempat, maka jika seandainya gerakan-gerakan ini digabung tentunya banyak gerakannya, akan tetapi tatkala gerakan-gerakan tersebut terpisah-pisah maka jadi sedikit jika ditinjau pada setiap rakaat masing-masing, dan hal ini tidak membatalkan sholat. (Syarhul Mumti’ 3/351).

7. Menengok ke kanan dan ke kiri Dengan sadar atau tidak

Saat shalat melihat ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata:

“Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum melihat ketika sholat”. Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah curian syaitan atas sholat seorang hamba”. (HR Bukhari)

8. Menguap dan mengantuk

Rasulullah SAW bersabda:

“Menguap ketika sholat itu dari syaitan. Karena itu bila kalian ingin menguap maka tahanlah seboleh mungkin”. (HR Thabrani).

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda:

“Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi boleh. Apabila ia berkata ha… berarti syaitan tertawa dalam mulutnya”. (HR Bukhari dan Muslim)

9. Bersin berkali-kali dalam shalat, Syaitan ingin menggangu kekhusyu’an sholat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud:

“Menguap dan bersin dalam sholat itu dari syaitan” (Riwayat Thabrani).

Ibnu Hajar mengomentari kenyataan Ibnu Mas’ud: “Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat sedangkan bersin di luar sholat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain karena syaitan memang ingin menggangu sholat seseorang dengan berbagai cara”.

10. Rasanya ingin buang angin

Rasulullah SAW bersabda :

“Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya”. (HR Muslim)

Hal-hal diatas adalah beberapa gangguan setan saat kita sedang shalat. Namun tidak menutup kemungkinan kita merasakan hal lain yang sekiranya mengganggu konsentrasi shalat kita. Namun benar atau tidaknya hal diatas, semua kebenaran hanya dari Allah. Wallahu a’lam bis showab. Jadi kami menerima kritik dan saran dari pembaca.

Sumber: Wajib Baca

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Islamik

Wanita Dalam Tempoh ‘Iddah’, Ketahuilah Batasan Ini Dalam Memuliakan Wanita

Published

on

Wanita Dalam Tempoh ‘Iddah’, Ketahuilah Batasan Ini Dalam Memuliakan Wanita

Perkataan ‘iddah’ adalah sinonim dengan penceraian, sama ada cerai hidup atau cerai mati. Iddah hanya dikenakan kepada golongan wanita sahaja bagi tujuan memuliakan wanita Islam itu sendiri.

Iddah adalah bertujuan untuk mengelakkan percampuran benih antara suami dahulu dengan suami yang baharu (akan) dikahwininya.

Selain itu, iddah juga merupakan tempoh dalam memberi ruang kepada pasangan untuk berfikir dan menilai semula segala kesilapan serta tindakan mereka, seterusnya membuka peluang untuk mereka rujuk dan berbaik semula.

Sebab wajib iddah terbahagi kepada dua bahagian iaitu:

  1. Perceraian pasangan semasa hidup
  2. Kematian suami

Setiap bahagian iddah tersebut mempunyai pengiraan tersendiri yang akan menentukan tempoh iddah seseorang wanita tersebut. Pengiraan iddah terbahagi kepada tiga iaitu:

  • Iddah dengan kiraan suci (quru’)
  • Iddah dengan kiraan bulan
  • Iddah dengan kelahiran atau keguguran kandungan

1. Batasan Hukum Talak Raj’ie

Talak raj’e ialah talak yang memberi hak kepada suami untuk kembali rujuk kepada isterinya selagi dalam tempoh iddah

  • Tidak boleh menerima pinangan lelaki ajnabi. Hukumnya adalah haram.
  • haram berkahwin dengan lelaki ajnabi. Perkahwinan dalam tempoh tersebut adalah tidak sah.
  • Tidak dibenarkan keluar rumah kecuali diizinkan suami.
  • Tidak dibenarkan berpindah atau tinggal di rumah lain yang bukan menjadi kebiasaannya tinggal. Suami dilarang menghalau keluar isteri yang diceraikan kecuali jika terdapat kemudaratan. Suami juga wajib menanggung semua nafkah isteri termasuk tempat tinggal. Firman Allah s.w.t:

“JANGANLAH KAMU MENGELUARKAN MEREKA DARI RUMAH-RUMAH KEDIAMANNYA (SEHINGGA SELESAI IDDAHNYA), DAN JANGANLAH PULA (DIBENARKAN) MEREKA KELUAR (DARI SITU), KECUALI (JIKA) MEREKA MELAKUKAN PERBUATAN KEJI YANG NYATA.”
SURAH AL-TALAK:1

  • Tidak boleh berkabung. Sebaliknya dituntut untuk berhias kepada suaminya sebagai dorongan untuk rujuk semula.

2. Batasan Hukum Semasa Dalam Tempoh `Iddah Talak Ba’in

Talak ba’in adalah talak yang tidak memberi hak kepada suami untuk rujuk kepada isteri yang diceraikan kecuali dengan mahar dan akad yang baharu.

  • Haram menerima pinangan lelaki ajnabi.
  • Haram berkahwin dengan lelaki ajnabi. Perkahwinan dalam tempoh tersebut adalah tidak sah.
  • Tidak dibenarkan keluar rumah kecuali dalam batas yang diperlukan sahaja. Seperti bekerja, mendapatkan rawatan atau keperluan yang mendesak sahaja. Menunaikan haji dan bermusafir juga adalah perbuatan yang dilarang.
  • Tidak dibenarkan berpindah atau tinggal di rumah lain yang bukan menjadi kebiasaannya. Sepanjang tempoh iddah dengan talak ba’in, bekas suami masih wajib menyediakan tempat tinggal dan dilarang menghalau isteri (yang diceraikan) kecuali jika terdapat bahaya dan kemudaratan.
  • Disunatkan berkabung dan tidak berhias kerana dibimbangi mendorong kepada maksiat dan fitnah.

3. Batasan Hukum Semasa Dalam Iddah Kematian Suami

  • Haram menerima pinangan lelaki ajnabi.
  • Haram berkahwin dengan lelaki ajnabi. Perkahwinan dalam tempoh tersebut adalah tidak sah.
  • Tidak dibenarkan keluar rumah termasuk untuk bermusafir, kecuali dalam had yang diperlukan sahaja.
  • Antara keperluan penting yang dibolehkan adalah untuk bekerja, mendapatkan rawatan, membeli barangan asasi (sekiranya tidak orang lain yang boleh melakukannya) dan keperluan mendesak lain, dengan syarat menjaga peraturan yang disyariatkan Islam. Waktu untuk keluar pula adalah pada siang hari, kecuali terpaksa.
  • Berpindah atau tinggal di rumah lain yang bukan menjadi kebiasaannya sepanjang tempoh perkahwinan, kecuali terdapat bahaya dan mudarat seperti kebakaran dan tanah runtuh.
  • Wajib berkabung sepanjang tempoh iddah, iaitu wajib meninggalkan semua perkara yang berhias, seperti:
  1. Berpakaian terang atau berwarna-warni dan menarik perhatian
  2. Mengenakan barangan kemas (walau sebentuk cincin, rantai, gelang dan perhiasan yang diperbuat daripada emas, perak dan permata)
  3. Memakai wangian pada badan, rambut dan pakaian.
  4. Bersolek (memakai celak, berinai dan memakai minyak rambut) serta perbuatan berhias lain pada pandangan masyarakat terdekat.

*Perintah berkabung ini hanya dikhususkan kepada suruhan meninggalkan hiasan pada tubuh badan dan pakaian sahaja, tidak termasuk tempat tinggal, bilik tidur dan sebagainya. Ini juga tidak bermakna berkabung dengan mengabaikan kebersihan dan kesihatan diri serta ahli keluarga.

HAK-HAK ISTERI YANG DICERAIKAN

Isteri yang berada dalam iddah Raj’ie berhak mendapat nafkah dan tempat tinggal selama tempoh iddah. Manakala Isteri yang berada dalam iddah Bain adalah seperti berikut :

  • Isteri yang tidak hamil hanya berhak mendapat tempat tinggal
  • Isteri yang hamil berhak mendapat tempat tinggal dan nafkah
  • Isteri yang kematian suami berhak mendapat tempat tinggal sebagaimana semasa kematian suaminya.
Continue Reading

Islamik

Ini Sebab Rasulullah Menyuruh Kita Bersihkan Tempat Tidur Sebelum Duduk Atau Baring

Published

on

Ini Sebab Rasulullah Menyuruh Kita Bersihkan Tempat Tidur Sebelum Duduk Atau Baring

Sudahkah kita membiasakan diri mengibaskan tempat tidur dengan kain atau sarung sebelum kita duduk dan tidur di atas katil kita? Tentunya sambil mengucapkan BISMILLAH.

Ternyata ada fakta saintifik di sebaliknya sunnah bersihkan tempat tidur yang tentu sahaja pada kesihatan tubuh kita. Juga apakah ada rahsia lain yang berkaitan dengan alam ghaib mengenai hal ini?

Oleh sebab itu jangan sampai kita meremehkan sunnah bersihkan tempat tidur sebelum tidur ya Dari sahabat Abu Hurairah ra Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda

“Apabila salah seorang dari kalian hendak berbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas tempat tidurnya itu dengan sarungnya. Kerana dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya.”

(HR Bukhari Muslim) Hadis lain sebagai tambahan “Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi maka dianjurkan untuk mengibasinya kembali.” (Sebagaimana hadis riwayat Tirmidzi. 3410)

Sekurang-kurangnya ada dua alasan penting yang menyebabkan kita perlu bersihkan tempat tidur dengan mengibaskan kain sarung ke atas tilam yang akan kita tiduri:

1. Adanya kuman penyakit yang hinggap di tilam, bantal dan selimut yang kita gunakan Bahwa setiap orang tidur di atas tilam pastinya ada sel-sel mati di tubuhnya yang berjatuhan di tempat tidur dan pada saat seseorang itu terjaga dari tidurnya sel-sel tersebut tertinggal di situ.

Ketika orang tersebut kembali tidur tapi tidak terlebih dahulu membersihkan tilam yang akan diduduki kemungkinan besar ada kuman tak terlihat yang memakan sel-sel mati tersebut di atas tilam, selimut dan bantal yang kita gunakan.

Oleh sebab itu sangat penting untuk mengibas atas katil terlebih dahulu untuk memastikan kuman tersebut hilang.

2. Adanya makhluk ghaib yang tidur di atas katil tersebut, yakni jin jahat atau syaitan Tidak ada satu tilam pun yang terbentang di dalam suatu rumah yang tidak ditiduri oleh manusia, kecuali syaitan akan tidur di atas tilam tersebut.

Orang yang beriman kepada yang ghaib pasti menyedari bahawa kita hidup bersama dengan makhluk ciptaan Allah yang lain yang tak terlihat mata kasar. Oleh sebab itu melakukan sunah mengibas-ngibaskan tempat tidur dengan sarung sebelum tidur sambil membaca Bissmillah insyaaAllah mampu menghindarkan kita dari godaan syaitan yang terkutuk. Sunnah yang mudah namun berfadilat besar. Wallaahualam.

Sunnah sebelum tidur kita bersihkan tempat tidur:

Continue Reading

Islamik

Nikahi Seorang Pel4cur, Lelaki Ini Nak Merubahnya Jadi Baik Tapi “Saya Pulang Ke Rumah Dan Terdengar Suara Lelaki Dari Dalam Bilik Saya”

Published

on

Nikahi Seorang Pel4cur, Lelaki Ini Nak Merubahnya Jadi Baik Tapi “Saya Pulang Ke Rumah Dan Terdengar Suara Lelaki Dari Dalam Bilik Saya”

Jakarta: Bagaikan kisah dalam drama televisyen, seorang lelaki di Lumajang, Jawa Timur sanggup menikahi seorang pekerja s*ks.

Lelaki itu mengambil keputusan sedemikian kerana percaya wanita dicintainya itu bakal berubah menjadi individu yang lebih baik.

Namun, impiannya musnah dalam sekelip mata selepas menyaksikan kecurangan isteri di hadapan matanya sendiri.

Tribun News melaporkan semuanya terbongkar selepas lelaki itu menemui isteri dan teman lelaki wanita itu dalam bilik rumah mereka.

Ketika itu, isterinya dalam keadaan tanpa seurat benang. Berang dengan apa yang dilihatnya menyebabkan lelaki terbabit bertindak menghayunkan sabit yang ada bersamanya ke arah teman lelaki isterinya.

“Selesai menebas rumput, saya pulang ke rumah dan terdengar suara lelaki dari dalam bilik saya.

“Saya masuk ke bilik untuk memeriksa dan menemui isteri bersama lelaki lain tanpa berpakaian.

“Tanpa berfikir panjang, saya terus hayunkan sabit kepada lelaki terbabit hingga terkena kepalanya ,” kata lelaki itu.

Susulan kejadian, dia cuba melarikan diri, tetapi gagal apabila ditahan polis. Jurucakap Polis Lumajang, Masykur berkata, insiden itu menyebabkan mangsa cedera pada bahagian kepala dan tangan.

Keadaannya stabil dan dia dirawat di Hospital Bhayangkara.

“Siasatan awal mendapati suspek bertindak mengikut emosi dan dia ditahan untuk siasatan lanjut,” katanya.

Beliau berkata, lelaki itu akan didakwa dan berdepan hukuman penjara maksimum lima tahun kerana menyebabkan kecederaan terhadap mangsa.

Dalam pada itu, Ketua Polis Kunit, Hariyono mengesahkan bahawa isteri suspek adalah bekas pekerja s*ks.

Continue Reading

Trending