Connect with us

Islamik

Amalkan 8 Perkara Ini, Anda Akan Bersama Nabi Muhammad SAW di Syurga!

Published

on

1. Mutaba’ah (mengikuti) & Taat Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : para nabi, para siddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang solih dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-Nisa’: 69)

Disebutkan dalam Al-Mu’jam al-Kabir milik Al-Thabrani, dari Ibnu Abas radhiyallahu ‘anhuma: ada seseorang datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan berkata: Wahai Rasulullah, sungguh aku mencintaimu sehingga aku ingin menyampaikan kepadamu jika aku datang dan tidak melihatmu maka aku merasa nyawaku keluar. Aku juga sampaikan kalaulah aku masuk syurga dan berada di bawah tempatmu maka hal itu sangat menyedihkan buatku. Aku ingin satu tingkat bersama dirimu. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak menjawab sedikitpun sehingga Allah ‘Azza Wa Jalla menurunkan ayat di atas. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memanggilnya dan membacakan ayat tersebut kepadanya.

2. Mencintai Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Disebutkan dalam Shahihain, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, berkata: Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah tentang hari kiamat dan berkata, “Bilakah hari kiamat tiba?”, baginda menjawab, “Apa yang engkau persiapkan untuk menghadapinya ?” Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan saya mencintai Allah dan Rasul-Nya”. Maka Rasulullah bersabda, “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”

Anas bin Malik berkata: “Kami tidak pernah merasa gembira seperti kegembiraan kami dengan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai (di akhirat kelak).”

Kemudian Anas berkata: “Sungguh saya mencintai Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, Abu Bakar dan Umar dan berharap agar saya boleh bersama mereka (di akhirat kelak) disebabkan cintaku terhadap mereka, walaupun saya tidak beramal seperti amalan mereka .” (HR. Bukhari)

Tetapi pecinta sejati yang akan mendapatkan kemuliaan ini adalah yang menempuh jalan orang yang dicintainya, mengikuti langkah-langkahnya, berada di atas manhajnya, dan mengambil petunjuknya. Ingat, Yahudi dan Nasrani mengaku mencintai para nabi mereka tetapi tidak mendapatkan nikmat menemani mereka di akhirat disebabkan mereka menyalahi petunjuk para nabinya.

Kita lihat Abu Thalib sangat mencintai anak saudaranya namun tidak boleh membersamanya di akhirat kerana ia tidak mengikuti Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam keimanan dan petunjuk. Siapa yang ingin bersama orang yang dicintainya ia harus menempuh jalan orang tersebut.

Ingat, Yahudi dan Nasrani mengaku mencintai para nabi mereka tetapi tidak mendapatkan nikmat menemani mereka di akhirat disebabkan mereka menyalahi petunjuk para nabinya.

3. Memperbanyak Solat Sunat

Disebutkan dalam Shahih Muslim, Rabi’ah bin Ka’ab Al Aslami radhiyallahu ‘anhu bercerita bahawa dia pernah bermalam bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Kemudian ia meyiapkan air wuduk dan keperluannya. Baginda lalu bersabda kepadaku, “Mintalah sesuatu kepadaku”, saya berkata, “Saya meminta agar saya boleh bersamamu di syurga.” Baginda menjawab, “Adakah permintaan selain itu”, saya berkata, “hanya itu.” Baginda lalu bersabda, “Maka bantulah aku atas dirimu (untuk memohon kepada Allah agar memenuhi permintaanmu) dengan memperbanyak sujud (solat)”.” (HR. Muslim)

Dari hadits ini, Ibnul Qayyim mengatakan, “apabila kamu ingin mengetahui tingkatan semangat, maka lihatlah kepada semangatnya Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, di mana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda kepadanya, “Mintalah sesuatu kepadaku”, lalu ia berkata, “Saya meminta agar saya boleh menemanimu di syurga,” sementara orang selainnya meminta sesuatu yang memenuhi perutnya atau menutupi kulitnya.” (Madarij al-Saalikin: 3/147)

Hadits ini juga menjadi dalil bahwa membersamai Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di akhirat kelak tidak diperoleh hanya dengan berangan-angan semata, harus dibuktikan dengan amal nyata.

4. Berakhlak Mulia

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya orang yang paling saya cintai dan paling dekat majlisnya denganku di antara kalian hari kiamat kelak (di syurga) adalah yang paling baik akhlaknya…”. (HR. Al-Tirmidzi dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani)

5. Memperbanyak Membaca Selawat

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ القِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلاَةً

“Manusia yang paling utama (dekat) denganku hari kiamat kelak adalah yang paling banyak berselawat atasku.” (HR. Al-Tirmidzi, dan disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Al-Munawi rahimahullah menjelaskan makna hadits di atas, yaitu orang yang paling dekat kepadaku (Rasulullah) dan paling dimuliakan dengan syafa’atku serta paling berhak terhadap limpahan kebaikan-kebaikan dan dihindarkan dari keburukan-keburukan pada hari kiamat. (Lihat: Faidhul Qadir Syarh al-Jami’ al-Shaghir: 2/560)

6. Merawat, Menyantuni & Membantu Anak Yatim

Berbuat baik kepada anak-anak yatim termasuk sebab keberuntungan di akhirat dengan mendapatkan syurga tertinggi. Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا

“Saya dan orang yang merawat anak yatim di syurga kelak seperti ini,” seraya baginda mengisyaratkan jari tengah dan telunjuknya lalu merenggangkan keduanya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Imam al-Nawawi menjelaskan makna Kaafil al-Yatim: orang yang mengurusi keperluannya. (Riyadhus shalihin. Bab: Mulathafah al-Yatim)

Ibnu Baththal rahimahullah –disebutkan dalam Fathul Baari- berkata: “wajib bagi siapa yang mendengar hadits ini untuk mengamalkannya, supaya ia boleh menemani Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di syurga, dan tidak ada kedudukan di akhirat yang lebih utama darinya.”

7. Mendidik Anak-anak Wanita Agar Menjadi Mukminah Solehah

Imam Bukhari meriwayatkan dalam al-Adab al-Mufrad, dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baginda bersabda:

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تدركَا، دَخَلْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ

“Barangsiapa yang memelihara (mendidik) dua wanita sampai mereka dewasa, maka saya akan masuk syurga bersamanya di syurga kelak seperti ini”, baginda mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Imam Muslim juga meriwayatkan serupa dalam Shahihnya

Dalam Mushannaf Ibnu abi Syaibah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Siapa yang mempunyai dua orang saudari atau dua orang puteri lalu ia berbuat baik kepada keduanya selama mereka bersama dirinya maka saya dan dia di syurga seperti ini,” baginda mendekatkan kedua jarinya.

8. Memperbanyak Do’a

Yakni doa agar didekatkan dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan menemani baginda di akhirat. Dalil umumnya adalah apa yang diminta Rabi’ah kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam agar baginda mendoakannya untuk menemaninya di syurga. Juga doa yang dipanjatkan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لَا يَرْتَدُّ، وَنَعِيمًا لَا يَنْفَدُ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ

“Ya Allah saya meminta kepada-Mu keimanan yang tidak akan berubah dengan kemurtadan, kenikmatan yang tiada putus, dan (aku memohon kepada-Mu) agar menjadi pendamping Muhammad shallallahu’alaihi wasallam di derajat tertinggi dari syurga yang kekal.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih. Syaikh Al-Albani menyatakan isnadnya hasan). [Baca: Doa Menemani Rasulullah di Syurga]

Doa ini bagian tawakkal hamba dalam mengusahakan sebab-sebab supaya bole bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di syurga. Wallahu Ta’ala A’lam.

Sumber : Ustaz Abu Basyer

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Islamik

Ini Sebab Rasulullah Menyuruh Kita Bersihkan Tempat Tidur Sebelum Duduk Atau Baring

Published

on

Ini Sebab Rasulullah Menyuruh Kita Bersihkan Tempat Tidur Sebelum Duduk Atau Baring

Sudahkah kita membiasakan diri mengibaskan tempat tidur dengan kain atau sarung sebelum kita duduk dan tidur di atas katil kita? Tentunya sambil mengucapkan BISMILLAH.

Ternyata ada fakta saintifik di sebaliknya sunnah bersihkan tempat tidur yang tentu sahaja pada kesihatan tubuh kita. Juga apakah ada rahsia lain yang berkaitan dengan alam ghaib mengenai hal ini?

Oleh sebab itu jangan sampai kita meremehkan sunnah bersihkan tempat tidur sebelum tidur ya Dari sahabat Abu Hurairah ra Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda

“Apabila salah seorang dari kalian hendak berbaring di tempat tidurnya hendaklah ia kibas-kibas tempat tidurnya itu dengan sarungnya. Kerana dia tidak tahu apa yang terjadi pada tempat tidurnya setelah ia tinggalkan sebelumnya.”

(HR Bukhari Muslim) Hadis lain sebagai tambahan “Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi maka dianjurkan untuk mengibasinya kembali.” (Sebagaimana hadis riwayat Tirmidzi. 3410)

Sekurang-kurangnya ada dua alasan penting yang menyebabkan kita perlu bersihkan tempat tidur dengan mengibaskan kain sarung ke atas tilam yang akan kita tiduri:

1. Adanya kuman penyakit yang hinggap di tilam, bantal dan selimut yang kita gunakan Bahwa setiap orang tidur di atas tilam pastinya ada sel-sel mati di tubuhnya yang berjatuhan di tempat tidur dan pada saat seseorang itu terjaga dari tidurnya sel-sel tersebut tertinggal di situ.

Ketika orang tersebut kembali tidur tapi tidak terlebih dahulu membersihkan tilam yang akan diduduki kemungkinan besar ada kuman tak terlihat yang memakan sel-sel mati tersebut di atas tilam, selimut dan bantal yang kita gunakan.

Oleh sebab itu sangat penting untuk mengibas atas katil terlebih dahulu untuk memastikan kuman tersebut hilang.

2. Adanya makhluk ghaib yang tidur di atas katil tersebut, yakni jin jahat atau syaitan Tidak ada satu tilam pun yang terbentang di dalam suatu rumah yang tidak ditiduri oleh manusia, kecuali syaitan akan tidur di atas tilam tersebut.

Orang yang beriman kepada yang ghaib pasti menyedari bahawa kita hidup bersama dengan makhluk ciptaan Allah yang lain yang tak terlihat mata kasar. Oleh sebab itu melakukan sunah mengibas-ngibaskan tempat tidur dengan sarung sebelum tidur sambil membaca Bissmillah insyaaAllah mampu menghindarkan kita dari godaan syaitan yang terkutuk. Sunnah yang mudah namun berfadilat besar. Wallaahualam.

Sunnah sebelum tidur kita bersihkan tempat tidur:

Continue Reading

Islamik

Nikahi Seorang Pel4cur, Lelaki Ini Nak Merubahnya Jadi Baik Tapi “Saya Pulang Ke Rumah Dan Terdengar Suara Lelaki Dari Dalam Bilik Saya”

Published

on

Nikahi Seorang Pel4cur, Lelaki Ini Nak Merubahnya Jadi Baik Tapi “Saya Pulang Ke Rumah Dan Terdengar Suara Lelaki Dari Dalam Bilik Saya”

Jakarta: Bagaikan kisah dalam drama televisyen, seorang lelaki di Lumajang, Jawa Timur sanggup menikahi seorang pekerja s*ks.

Lelaki itu mengambil keputusan sedemikian kerana percaya wanita dicintainya itu bakal berubah menjadi individu yang lebih baik.

Namun, impiannya musnah dalam sekelip mata selepas menyaksikan kecurangan isteri di hadapan matanya sendiri.

Tribun News melaporkan semuanya terbongkar selepas lelaki itu menemui isteri dan teman lelaki wanita itu dalam bilik rumah mereka.

Ketika itu, isterinya dalam keadaan tanpa seurat benang. Berang dengan apa yang dilihatnya menyebabkan lelaki terbabit bertindak menghayunkan sabit yang ada bersamanya ke arah teman lelaki isterinya.

“Selesai menebas rumput, saya pulang ke rumah dan terdengar suara lelaki dari dalam bilik saya.

“Saya masuk ke bilik untuk memeriksa dan menemui isteri bersama lelaki lain tanpa berpakaian.

“Tanpa berfikir panjang, saya terus hayunkan sabit kepada lelaki terbabit hingga terkena kepalanya ,” kata lelaki itu.

Susulan kejadian, dia cuba melarikan diri, tetapi gagal apabila ditahan polis. Jurucakap Polis Lumajang, Masykur berkata, insiden itu menyebabkan mangsa cedera pada bahagian kepala dan tangan.

Keadaannya stabil dan dia dirawat di Hospital Bhayangkara.

“Siasatan awal mendapati suspek bertindak mengikut emosi dan dia ditahan untuk siasatan lanjut,” katanya.

Beliau berkata, lelaki itu akan didakwa dan berdepan hukuman penjara maksimum lima tahun kerana menyebabkan kecederaan terhadap mangsa.

Dalam pada itu, Ketua Polis Kunit, Hariyono mengesahkan bahawa isteri suspek adalah bekas pekerja s*ks.

Continue Reading

Islamik

“Eh, Ikut Neelofa Ke, Baguslah”Pakai Tudung Labuh, Ifa Raziah Nafi Sudah Berhijab

Published

on

“Eh, Ikut Neelofa Ke, Baguslah”Pakai Tudung Labuh, Ifa Raziah Nafi Sudah Berhijab

Selebriti versatil, Ifa Raziah berkongsi foto memakai niqab menerusi akaun Instagramnya Jumaat lalu. Hal itu membuat banyak pihak yang berpendapat Ifa sudah menukar penampilannya dengan menutup aurat.

Malah menerusi pemerhatian Gempak di ruangan komen entri berkenaan, ramai pengikut Ifa berasa gembira melihat ‘Diva’ kesayangan ramai itu menutup aurat dengan sempurna.

Pada masa yang sama, ada juga warganet yang menganggap Ifa mengikut jejak hos dan pelakon popular, Neelofa yang kini telah berniqab.

Meski demikian, setelah sempat memuat naik fotonya menggenakan niqab, Ifa kemudian kembali mempamerkan penampilannya seperti biasa.

Ketika dihubungi Gempak sebentar tadi, Ifa menjelaskan kekeliruan netizen mengenai penampilannya. Sambil memberitahu dirinya masih belum berpenampilan menutup aurat, Ifa menafikan perkongsiannya itu dipengaruhi oleh hijrah Neelofa.

Menurutnya, dia sering berkongsi foto menutup aurat pada setiap hari Jumaat dan berhijab sepanjang bulan Ramadhan.

“Perkongsian itu tidaklah mengikut Neelofa, tetapi kepada mereka yang mengikuti saya di media sosial, tentu mereka tahu yang saya selalu berkongsi foto menutup aurat setiap hari Jumaat.

“Selain itu, saya juga akan bertudung pada setiap bulan Ramadan hingga 10 Syawal, ataupun sepanjang saya pergi umrah, saya akan berhijab.

View this post on Instagram

Salam Jumaat Yg Barakah👍 . . Syukur Alhamdulillah🤲 Nikmat yang diberi, semoga Hari Jumaat yang Mulia ini menjadi hari yang penuh bermanfaat untuk kita dekatkan diri dengan Allah SWT . Jom kuruskan badan untuk beribadah kerana ia adalah HIJRAH. Lakukan amalan dan niat yang mulia, Semoga segala urusan kita pada hari ini dipermudahkan dan diberi kekuatan semangat untuk terus kurus😉 . Hanya amalkan 1 sachet SOLID MOLID setiap pagi semasa sarapan ya! . . 📲 WS no dibawah untuk pembelian wasap.my/60193722975 wasap.my/60193722975.. . . #ifaraziah #missdiva #serifabeauty #soliddiva #solidmolid #solidbeauty #solidberry #missdivaglow #diet #missdivashine #slimming #detox #stokistwanted #agentwanted #dropshipwanted #kuruscantiklentik #viral #fyp #malaysiaonlineshop #onlineshopping #Shopee #tiktok #ceo #trending #skincare #beautiful #pukpukpukk #malaysia #singapore

A post shared by MISS DIVA IFA RAZIAH (@ifa_raziah) on

“Walaupun saya belum berhijab sepenuhnya, tetapi sekurang-kurangnya saya menghormati hari Jumaat dan bulan Ramadan yang mulia,” katanya.

Dalam pada itu, Ifa juga mengatakan dirinya dalam proses untuk berubah ke arah yang lebih baik. Sebagai manusia biasa, tak ada orang yang tidak ingin berubah demi kebaikan, katanya.

“Sesiapa yang nak ikut perkara baik, baguslah, saya cuba berubah secara perlahan.

“Doakan yang baik-baik, bagi saya, apa jua yang kita lakukan, yang penting adalah nawaitu kita,” katanya lagi.

Continue Reading

Trending