Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Subhanallah! Inilah Punca Rezeki Terhenti..

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatur rezeki setiap orang. Cuma saja, rezeki itu boleh saja tersangkut, sempit bahkan terhenti oleh sebab-sebab yang memang menjadi punca rezeki terhalang atau disekat.

Sehingga, acapkali orang merasa Allah tidak adil, sebab tidak menurunkan rezekiNya. Padahal, hal itu terjadi kerana kesalahannya sendiri. Oleh itu, apakah punca rezeki terhenti?

Dalam artikel ini dijelaskan bahawa ternyata yang dapat membuat rezeki berhenti mengalir adalah ketika seorang anak tidak pernah mendoakan kedua orang tuanya. Biar betul?

Perkara ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim Rahimahullahu Ta’ala dalam kitab At-Tarikh dan Imam ad-Dailami dalam kitab Musnadul Firdaus yang berkata bahwa Rasulullah bersabda,
“Jika seorang anak tidak pernah mendoakan kedua orang tuanya, niscaya rezekinya akan berhenti.”

Di sini tertulis jelas, jika Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghentikan aliran rezeki kepada anak yang tidak mendoakan kedua orang tuanya.

Bakti anak kepada ayah dan ibu tidak hanya dengan memberikan kebahagiaan dalam bentuk material. Namun juga harapan yang sentiasa kita panjatkan dalam sebuah doa. Allah telah memerintahkan agar anak manusia berbakti kepada orang tuanya. Perkara ini dijelaskan dalam banyak ayat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya, sebagaimana keduanya telah menyayangi aku waktu kecil’,” (QS. Al-Israa’: 23-24).

Juga tertulis dalam firman-Nya di surat lain,

“Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan dirinya,.” (QS. An-Nisaa’: 36).

Dari kedua ayat tersebut terlihat jelas bahawa bakti kepada orang tua berada di nombor dua setelah manusia diperintahkan berbakti kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Begitu besar jasa mereka sehingga Allah begitu marah ketika anak-anak dari orang tua tersebut tidak berbakti walaupun hanya dengan mendoakannya.

Tidak perlu waktu yang lama untuk mendoakan mereka. Kita anak-anaknya merupakan pelaburan akhirat bagi mereka. Orang tua layaknya kita, mereka juga menginginkan hal yang sama seperti harapan kita terhadap anak-anak kita nantinya.

Wallahu a’lam.

Add Comment